Pages

Tampilkan postingan dengan label Meracau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meracau. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 18

Penginapan Mistis Bombastis

Penginapan Suzanna Era '80-an
Bismillah..
Wataw watsap semuanya? Akhirnya bisa menulis lagi. Kemarin-kemarin saya membuka blog hanya untuk menunaikan apa yang sudah diminta oleh Kang Yuday. Membaca postingannya yang sedang mengikuti salah satu kontes di dunia maya ini. Beliau salah satu orang yang suka membantu saya membenahi blog. Memberi pengetahuan lain tentang elemen-elemen blog yang sampai sekarang pun kadang saya masih keblinger untuk memahaminya. Beliau orangnya baik banget klo kita minta bantuan atau sekedar menanyakan beberapa hal mengenai per-blog-an. Beneran deh. Pokoknya top markotop.

Setelah membaca postingan Kang Yuday tentang Voucher Hotel Murah di RajaKamar.com jadi teringat mengenai hal inap menginap waktu saya masih senang berkeliaran antar daerah. Eh, sampai sekarang pun masih senang kok berkeliaran ke beberapa daerah. Program menjelajah Indonesia masih menjadi angan-angan saya setelah lulus kuliah nanti.

Oh iya, ngomong-ngomong tentang penginapan, entah itu motel, hotel, atau pun penginapan biasa. Saya mempunyai cerita horror mistis bombastis spektakuler dan wedun lah pokoknya. Maaf berlebihan. Hahaha.. Jadi ceritanya begini, awal tahun 2010 kemarin kami satu angkatan beserta dosen mengadakan praktikum ke Kota Banjar. Di sana kami akan mengikuti audiensi bersama Walikota Banjar. Banjar yang saya maksud adalah kota hasil pemekaran dari Kabupaten Ciamis. Mungkin orang Jawa Barat sudah tahu. Seperti biasa kami serombongan setelah berdiskusi ria bersama Bapak Walikota rencananya akan langsung ke tempat istirahat, yaitu penginapan yang ada di Kota Banjar. Antara perempuan dan laki-laki tempat penginapannya terpisah agak jauh. Karena keterbatasan fasilitas yang ada di sana. Maklum, bukan daerah objek wisata yang mempunyai beragam tempat penginapan.

Setelah itu kami pun beranjak ke penginapan masing-masing. Saya saat itu kebetulan menjabat sebagai Koordinator Tim Materi Praktikum Sistem Pemerintahan Desa. Tukang menghubungi dosen, rancang materi praktikum, menghubungi pihak Pemda dan tetek bengek yang berhubungan dengan masalah akademis. Lalu ketua praktikum pun mengamanatkan saya yang berada di bis pertama yang nota bene berisi sebagian besar perempuan. Sang ketua pun berkata, "Ma, perempuan di hotel Mustika ya", "ok siap komandan" saya pun berujar. Asyik, Hotel Mustika cimiiiiwww.. Dalam hati dan pikiran saya terbayang sebuah penginapan yang lumayan lah. Tidak mengharapkan penginapan bintang lima apalagi bintang tujuh (eh itu mah puyer ya, hahaha..). Yang penting nyaman untuk sekedar merabahkan badan yang sudah terombang-ambing jalur Jatinangor-Banjar.

Dan taukah kalian? Apa yang ada dipikiran dan hati saya tersebut salah besar. ZONK!
 
Waktu bus yang kami tumpangi berhenti tepat di depan Hotel Mustika (entah hotel atau motel atau apalah itu namanya, yang pasti bukan bintang 2 sekalipun), kami semua, para mahasiswi sontak berujar pada bapak supir, "Pak, ini tempatnya? Salah mungkin Pak.." dan kami semua agak enggan untuk turun dari bus. Tapi dilihat-lihat di plang nama tempatnya Mustika. Owalaaaaahhhh.. Jadi tempatnya itu klo bisa saya deskripsikan seperti tempat penginapan jaman Suzanna main film horror tentang Bang Bokir itu loh.

Tak ada lobi, tak ada tempat parkir untuk bus. Penjaga penginapannya juga auranya sudah beda. Tampak sering mengamati gerak gerik kami dan menyembunyikan sesuatu serta berkomat kamit entah baca apa. Kaca-kaca dan kayu-kayu kamarnya sudah berdebu, lantainya juga berdebu dan retak-retak, gersang, kamar bawah tidak ada fasilitas AC maupun kipas angin padahal di Banjar itu sangat panas. Tapi di kamar atas tempat saya menginap ada AC tahun Suzanna main film itu. Kamar mandi di kamar saya pun atapnya bolong, air baknya pun kotor, closet tak terurus, pokoknya mencekam. Lampu kamar mandinya pun 5 watt yang kuning itu. Masalah kasur, jangan ditanya, tak terurus sama sekali. Mistis!

Rel Kereta Api di Pinggir Penginapan Mistis
Kamar yang saya tempati kebetulan berdampingan dengan rumah kosong yang sudah separuh bobrok. Kata teman-teman sih di bangunan itu ada tulisan yang lumayan besar bertuliskan "Perjanjian Drakula". Jadi penginapan kami itu berada tepat di tikungan. Klo kata orang-orang disebut sebagai bangunan tusuk sate. Dan berada dekat di bawah jembatan. Tak jauh dari penginapan ini adalah Stasiun Kereta Api di Banjar. Aroma mistisnya sudah tercium oleh beberapa teman yang memang katanya bisa melihat dan merasakan. Tapi karena saya orangnya datar, biasa saja, jadi ga terlalu mengulik hal-hal seperti itu. Yang saya rasakan hanya biasa saja, sebuah tempat yang fasilitas penginapannya seperti kembali ke jaman Suzanna di era '70-an atau 80-an.

Waktu malam menjelang, saya, Dini, dan Leo berada di kamar atas pojok samping rumah kosong itu. Lalu Gie, F, dan Rurry berada di sebelah kamar kami serta langsung berbatasan dengan lorong (gelaaaap banget) tidak merasakan hal-hal aneh. Merasa nyaman-nyaman saja. Tidak ada pikiran aneh-aneh. Bahkan saya sempat terjaga di tepat pukul 12 malam untuk mengambil HP yang sedang di-charge, lalu mendengarkan suara kereta api yang sedang transit di sana. Sampai keesokan harinya kami tidak merasakan apa-apa, malah kami tidur pulas sepulas-pulasnya. Udah dasar tukang tidur mungkin ya, jadi dimana pun itu tempatnya tidur ya tidur.

Tapi, taukah kalian? Saat malam itu ternyata banyak teman perempuan maupun laki-laki (yang sengaja main ke tempat penginapan perempuan) dengan sengaja dan tanpa sengaja memancing para blaemblaem (disensor) keluar menampakkan diri. Ada yang bertemu di bawah jembatan belakang penginapan, ada di antara rel kereta api, ada di jendela kamar atas yang ga boleh kami tempati. Dan ada salah seorang teman yang melihat ada blaemclukcluk di depan kamar saya. Walaaaaahhhhh.. Baru keesokan harinya kami diceritakan oleh mereka tentang kejadian itu. Percaya tidak percaya memang kita harus percaya pada hal-hal ghaib. Tapi jika kita tidak menganggu mereka, ya kita pun tak akan di ganggu kok. Buktinya kami bangun keesokan harinya dengan sumringah dan membuat teman-teman lain keheranan dengan kelakuan kami yang ceria. Hahahahaha.. Meskipun setelah mendengar cerita itu jadi merinding ajojing.

Bagaimana dengan pengalaman kalian?? Oh iya, jangan lupa berkunjung di Voucher Hotel Murah di RajaKamar.com yaaaaaaa.. Pasti pada doyan yang murah-murah kan? Selamat hari Selasa kawan-kawan ;)

Kamis, Oktober 13

Masyarakat Indonesia Bagai Daun Kering

Daun Kering, sumber tumblr
Indonesia...

Apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar kata "INDONESIA"? Apakah berkelebatan keindahan alamnya? Atau malah berlapis-lapis masalahnya? Atau mungkin juga teringat orang-orangnya yang lucu-lucu dan ramah seperti dalam lirik lagu Trio Kwek Kwek - Katanya?

Berbicara mengenai alam Indonesia memang tidak ada habis-habisnya. Dari Sabang sampai Merauke terbentang kemilau harta karun. Zamrud Khatulistiwa. Tapi berbicara masalahnya pun tidak pernah ada habisnya juga. Entah ini efek pemberitaan media yang terlalu mem-blow up berita-berita permasalahan di Indonesia atau memang realita yang berkembang demikian membludaknya sisi negatif bangsa ini. Kadang otak ini sudah tak cukup untuk menimbun memori mengenai berita-berita, kasus-kasus yang berkelebatan hilir mudik silih berganti di depan layar televisi, radio, mau media cetak.

Ada apa dengan Indonesia ku?

Beberapa hari yang lalu, saya teringat sebuah buku di jaman awal-awal kuliah yang diberikan oleh dosen Ilmu Sosiologi. Judulnya "Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan" oleh Koentjaraningrat. Seakan-akan kembali lagi menjelma di antara bangku-bangku kuliah saat saya kembali membuka-buka tiap halaman buku itu. Berdiskusi dengan teman seperjuangan di gedung D dahulu.

Kata Koentjaraningrat, kelemahan mentalitas Indonesia yang timbul sesudah revolusi ada 4, yaitu:
  1. Sifat mentalitas yang meremehkan mutu;
  2. Sifat mentalitas yang suka menerabas;
  3. Sifat tak percaya kepada diri sendiri;
  4. Sifat tak berdisiplin murni; dan
  5. Sifat mentalitas yang suka mengabaikan tanggung jawab yang kokoh. (poin ini serasa menusuk ubun-ubun saya yang sekarang sedang mengabaikan tanggung jawab di Greenlight. Afwan, hiks..)
Bagaimana menurut kalian? Setuju dengan yang disebutkan dalam poin-poin seperti di atas? Apakah iya manusia-manusia Indonesia seperti itu? Secara pribadi saya setuju dengan pendapat Koentjaraningrat. Mentalitas orang Indonesia, termasuk saya, pernah dan mungkin kadang atau malah sering meremehkan mutu, suka menerabas, tak percaya pada diri sendiri, tak berdisiplin, dan suka mengabaikan tanggung jawab pokok.

Setelah membaca buku itu, saya mendadak teringat suatu permasalah yang lain. Beberapa bulan terakhir ini, di beberapa wilayah di Indonesia sering kali terjadi kerusuhan. Entah itu bentrokan antar-pelajar, antar-warga, antar-suku, antar-umat beragama, antar-suporter dan kerusuhan-kerusuhan yang entah dipicu oleh hal apa dan menyebabkan banyaknya korban berjatuhan. Sungguh sebuah ironi dalam elegi. Coba saja kita ingat beberapa tahun ke belakang, ada sebuah kerusuhan antar-suku, yang kita kenal dengan Kerusuhan Sampit. Membaca dan melihat beritanya saja saya sudah ngeri. Nyawa, darah dan tubuh manusia bagaikan sesuatu yang tak berarti. Kepala-kepala bertebaran di mana-mana. Sungguh sesuatu yang sangat menakutkan bagi saya. Kejadian ini dipicu oleh kesenjangan sosial antara Suku Dayak dan Madura yang ada di sana. Ironis bukan?
 
Kerusuhan (Sumber: Google)
Dimana lagi kata "ramah" yang selama ini disandang oleh orang Indonesia? Jika mengacu pada kejadian baru-baru ini, kita tahu ada kerusuhan antar-pelajar di Jakarta, bayangkan generasi bahan bakar pembangunan bangsanya saja seperti ini. Apa kata dunia? Sedikit tersulut oleh beberapa hal yang belum tentu kepastiannya, sering kali orang Indonesia langsung berbondong-bondong sigap untuk saling membawa parang dan senjata tajam serta tumpul lainnya. Siap untuk saling berkelahi dengan saudaranya sendiri. Siap menjadi pahlawan bagi kelompoknya dan menjadi lawan bagi saudaranya. Bukankah kita sesama orang Indonesia itu bersaudara? Meskipun ada ego antar-manusia, tapi damai itu lebih indah.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al Hujuraat : ayat 13)
Pernahkah kalian merasa senang saat menolong orang dan tiba-tiba orang tersebut bilang: "terima kasih". Meskipun hanya sebuah kata, tapi hati kita menjadi berbinar-binar kan? Tapi jika kita membacok orang apakah orang tersebut bilang: "terima kasih"? Kerusuhan pun terjadi bukan hanya di dunia yang kita sapa secara nyata. Dalam dunia internet pun terkadang ego untuk saling menjatuhkan bahkan saling menebar pendapat pedas yang mematikan itu terjadi.

Mentalitas orang Indonesia yang senang akan keributan, kerusuhan, bentrokan, saling mencaci-maki, saling menjelekkan dan beberapa perilaku serupa ini sudah menjadi sesuatu hal kejam dan mulai mengikis budaya kita yang katanya tenggang rasa, gemah ripah loh jinawi. Terkadang rindu akan semua itu. Rindu rasa aman, rindu rasa damai sesama, damai hati dan jiwa.

Apakah orang Indonesia seperti daun kering?
Menurut saya: "Daun kering itu banyak, bertebaran, tapi mudah dikumpulkan, mudah pula disulut oleh percikan api, serta mudah dipisahkan kembali ketika angin kencang berhembus yang lama kelamaan akan terbang entah kemana."

Apakah kita, sebagai orang Indonesia mau disamakan dengan daun kering? Tentunya tidak. Jadi bagaimana mengubah perilaku ini? Menurut saya kita harus memperbaiki diri seperi Aa Gym serukan. 3 M (Mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang). Mulai merubah sikap diri sendiri, kemudian rubah kebiasaan pendidikan dini di dalam keluarga. Jika kita sudah dididik dalam lingkungan yang saling menghargai sesama mahluk Allah SWT. Niscaya kita akan menghargai darah, nyawa, serta tubuh manusia. Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Bagaimana solusi menurut kawan-kawan semua? Saya rasa kalian punya pendapat sendiri yang indah. Coba share di sini.
 
DAMAI ITU INDAH... Happy Thursday Fellas :)

Senin, Oktober 10

Persahabatan Yang Lebih Dari Persahabatan

Tangan-tangan persahabatan di Batu Tulis Museum Sribaduga

"Kalian adalah senyawa yang membumbung tinggi di udara, menjadi awan dan kini turun sebagai hujan. Menyejukkan. Dan aku menyebut kalian sebagai sahabat" (Irma Meracau)
Tak pernah ada habisnya menceritakan tentang sahabat. Pasti semua orang mempunyai sahabat. Setidaknya mempunyai orang yang sangat dekat, bukan saudara, bukan keluarga, maupun pasangan. Itulah sahabat. Kata orang-orang, sahabat itu lebih dari teman. Entahlah, perbedaan yang tegasnya apa. Belum tahu. Namun yang pasti sahabat adalah sesuatu yang indah :)

Sekarang saya akan bercerita kembali mengenai persahabatan. Persahabatan yang lebih dari persahabatan. Apakah itu? Segenggam rasa seperti cinta, cinta yang berbeda tentunya. Menyatu bersama aroma suka, duka, dan tanpa komitmen hati terpaut jauh. Tapi saling melengkapi dalam kesunyian maupun keramaian.

Sekitar 4,5 tahun yang lalu di ospek fakultas, FISIP UNPAD, saya bertemu Leo. Seorang gadis Bogor berwajah arab tapi tidak mengaku mempunyai darah keturunan arab dan kita selalu menjuluki dia sebagai "Mama Baim", karena wajahnya yang agak mirip. Semoga Leo ga ngamuk-ngamuk waktu baca tulisan ini ya Alloh.. Lalu waktu ospek jurusan saya bertemu Dini, seorang gadis Subang yang kata orang-orang mirip Nirina Zubir, ibu saya pun berkata demikian. Pasti ni orang jingkrak-jingkrak klo baca tulisan ini. Kami didekatkan tak sengaja oleh kondisi saat harus mencari bahan ospek jurusan di esok hari. Dari Gang Mawar sampai Ciseke kami menelusuri toko-toko untuk mencari kertas spotlight warna jurusan yang unyu banget. Kemudian saat di ruang kuliah saya bertemu Gie dan F. Dua orang ini memang sulit dipisahkan, waktu itu sering kali kita juluki "ada Gie, ada F". Gie, seorang gadis Cikampek yang memiliki kisah pilu sama ular, waktu itu dia memergoki seekor ular di kamar mandinya, 2 hari 2 malam dia ga mau tidur di kostan gara-gara takut dihantui ular itu. Maaf ya Gie, membuka luka lama mu di sini. Lalu F, seorang mojang Kuningan, waktu pertama kali bertemu, saya melihat dia melahap keju batangan itu tanpa tedeng aling-aling, ga habis pikir kok ada ya orang kayak gitu. Padahal badannya itu kurus loh. Balad Ranger, semua rasa, kenangan dan kebersamaan kita ukir bersama di gerbang UNPAD, di ruang kuliah gedung B, gedung C, gedung D, selasar Mushala, ruang jurusan, PangDam (Pangkalan Damri), Kiara Payung, Ciseke (Kostn Gie & F), Gang Mawar (Kostn Dini), dan tempat-tempat yang tidak bisa disebutkan di sini satu persatu.
Di depan Gedung Sate
Beberapa bulan lagi mungkin kita tidak akan bisa bersama-sama seperti cerita yang pernah dahulu kita lakukan. Sedih, benar-benar sedih. Apakah kalian merasakan hal yang sama? Sesungguhnya saya lebih suka menyebut ini sebagai persaudaraan, ya persahabatan yang lebih dari persahabatan itu kurang lebih seperti ini. Kami baru kenal sekitar 4,5 tahun yang lalu, Dipersatukan dari latar belakang dan sifat berbeda-beda. Seperti kutipan puisi Soe Hok Gie "Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta". Cinta sahabat :)

Oh iya, sudah beberapa bulan ini saya ikut dalam sebuah komunitas blogger. Blog of Friendship, Bloof. Awalnya saya tidak tahu kalo di dunia ini ada komunitas seperti itu. Saya sudah menjadi blogger dari tahun 2009, namun tidak pernah aktif. Hanya sekedar membuat akun, edit tampilan dan tulisan pertama saya di tahun 2009 hanya satu. Kemudian baru awal-awal tahun 2010 saya mulai aktif kembali di blog, hanya menulis cerita seperti layaknya diary, pengunjung pun hanya sedikit. Alhamdulillah banget klo ada yang berkomentar. Kebanyakan tulisan saya waktu itu hanya meracau. Dan sekitar bulan Juni, saya mendapat sebuah komentar dari kang Andy. Isinya sebuah ajakan untuk masuk Bloof. Lama sekali saya berpikir untuk masuk group ini.

Komentar ajakan dari Kang Andy, dan saya tersihir untuk mengikutinya :D
Maklum, saya tidak terbiasa ikut forum-forum dunia maya di facebook maupun di jejaring sosial lainnya. Tapi ada sebuah rasa keingintahuan yang besar hingga saya pun memberanikan diri untuk mengklik tulisan "ask to join" di Bloof. Alhamdulillah diterima oleh admin, saya lupa waktu itu saja jadi member keberapa. Lama kelamaan saya merasakan sesuatu yang berbeda di Bloof, orang-orangnya ramah. Saling memberi saran, klo punya ilmu langsung di-sharing. Kenyamanan ini bertambah ketika saya merasakan sebuah "persahabatan yang lebih dari persahabatan". Seperti slogan Bloof selama ini. Semakin hari semakin rajin menulis di blog dengan tulisan yang diusahakan memberikan manfaat untuk orang lain. Bukan hanya sekedar kata kosong dari hati yang tak bisa berkata. Banyak hal bermanfaat mengenai hidup yang saya dapatkan dari sahabat-sahabat Bloof.

Saya akan menulis lebih lanjut tentang Bloof di postingan yang lain. Karena banyak cerita indah dari Bloof yang layak untuk diperbincangkan. Tulisan ini saya tujukan dalam ajang belajar se-SEO-an yang diadakan Kang Yuday. Dan taukah kawan, saya sudah tersesat di jalan yang indah bersama Bloof. Bagi sahabat Bloof yang belum disebutkan namanya, akan saya ceritakan lebih lanjut dipostingan nanti. Tunggu saja.
Don't make friends who are comfortable to be with. Make friends who will force you to lever yourself up. -Thomas J. Watson-

Jumat, September 30

Persahabatan: Di Batas Kebersamaan

hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan
semangatmu itu oh jingga
-(Lembayung Bali, Saras Dewi)
Menakar jutaan ingatan yang terendap di dasar lubuk. Bersimultan bersama masa yang tak pernah berhenti bergulir. Menapak larung memori kecil yang terselip di antara batas nyata. Itulah yang dijuluk kenangan. Hai persahabatan, bagaimana kabar mu? Apakah aroma mu masih sama? Masih hangat? Atau sudah dingin dan kini membeku? Entahlah..

Untuk kalian, gumpalan-gumpalan senyawa yang tidak akan lama lagi berubah menjadi memori. Masih bisakah kita bergandengan, saling mengapit satu sama lain? Mengukir cerita batas pengharapan menuju perpisahan untuk anak cucu kita, kelak.

"Persahabatan adalah hela nafas
Perdebatan di dalamnya adalah anugrah
Persahabatan adalah degup jantung
Pertentangan di dalamnya adalah nikmat
Dengan tawa kita bahagia, namun
Tanpa duka kita bukan siapa-siapa"
-Balad Ranger-

Leo, Irma, F, Gie, Dini bersama Hana (the pretties Orang Utan girl at BonBin)
Dalam sepi, letup ranum jantung ini menyapa aroma persahabatan. Semoga kelak kalian akan selalu ingat aku, ingat kita, ingat hidup (di antara) kita. Tersenyum bersama mimpi yang harus kita wujudkan di hari nanti dan sekarang.

Sabtu, September 24

Bangbarongan: Tradisi Khas Khitanan

Bismillah..
Huwalooooowwww.. Hello fellas :)
Beberapa hari tak berblog ria rasanya seperti ada yang kurang mantep. Sekarang belum bisa menulis yang agak berbobot. Ide masih mengendap di dalam otak. Belum bisa menguap bahkan menebar menjadi tulisan yang indah penuh makna. Semoga saja nanti bisa lebih menebar manfaat dalam tulisan. Ok, sekarang waktunya berbagi cerita yang ringan-ringan saja.

Hayo siapa kawan-kawan pria yang belum khitan? Acungkan tangannya! Ups, tapi saya sekarang bukan mau membahas tentang khitan mengkhitan. Para ahli khitan maupun pria lebih tau mengenai hal itu. Hehehe..

Biasanya klo anak-anak setelah di khitan pasti ada acara perayaan. Entah itu hanya syukuran kecil-kecilan maupun syukuran besar-besaran. Klo di sunda biasanya disebut hajatan khitanan. Di tempat saya tinggal sekarang, yaitu Cileunyi (pada tau ga? klo yang suka liat arus mudik pasti tau, hehe..) punya kebiasaan setelah atau sebelum perayaan hajatan khitanan selalu ada prosesi iring-iringan atau arak-arakan yang disebut Bangbarongan.

Hari Minggu ini kebetulan ada warga yang sedang merayakan hajatan khitanan dan melakukan prosesi Bangbarongan keliling sekitar rumah. Diiringi dengan musik Dogdog (suaranya mirip dengan alunan yang mengeluarkan bunyi "dogdogdogdog..."). Dan ada maskot yang disebut Cocoet yaitu semacam model bebegig (orang-orangan) sawah yang isinya orang didalam karung goni, bentuk dan rupanya menyerupai entahlah apa itu, dan mengeluarkan bunyi-bunyian "cocoeeeet..cocoeeeett". Hahaha.. Semua orang ramai-ramai ikut pawainya. Saya hanya melihat dari lantai 2 rumah ditemani dengan kamera yang sudah siap mengabadikan moment langka ini.

Cocoet, terbuat dari karung goni yang berisi orang, mulutnya suka gerak-gerak minta uang.
Jadi, Bangbarongan itu terdiri dari kompilasi antara kuda lumping, iringan musik Dogdog campur sundaan campur dangdut campur apalah itu, ada Cocoet dan tak lupa diarak oleh beberapa orang laki-laki yang kesurupan yang berjoget kesana kemari tanpa arah. Aksi kesurupan ini disengaja, entah tujuannya untuk apa. Karena alunan musik dogdog pun katanya seperti alunan musik yang membangkitkan aura kesurupan semakin menjadi-jadi. Bisa sampai makan beling, minum air comberan, guling-guling ga jelas di atas aspal, atau nyebur ke kolam ikan pinggir jalan dan kadang juga ngerusak kebun sama sawah orang. Ter-la-lu.. Was-waslah! Was-waslah! :D

Kuda Lumping
Iring-iringan Bangbarongan beserta beberapa orang kesurupan

Mungkin iring-iringan Bangbarongan ini sudah menjadi hiburan rakyat yang sebulan sekali pun belum tentu ada. Jika saat musim khitanan pasti ramai. Bisa sampai lebih dari satu kali Bangbarongan itu berkeliling melewati rumah. Dan itu pun dari grup Bangbarongan yang berbeda-beda. Ayo di tempat kawan-kawan ada gak yang seperti ini? Klo mau tau, mampir-mampir lah ke Cileunyi, nanti saya suguhi Bangbarongan :D

Ini cerita ku, apa cerita mu? :)

Senin, September 19

Meracau Mimpi


Hari ini ada seorang kakak angkatan berkata:
"Untuk sukses, kita harus terbiasa menyelesaikan masalah tanpa keluhan. Dan menjadikan mimpi-mimpi itu menjadi puing kata-kata yang tersusun dengan indah dalam sebuah tindakan dan perilaku. Karena perbuatan adalah perwujudan kata-kata, dan kata-kata adalah perwujudan mimpi-mimpi itu sendiri."

Sangat menginspirasi dan menyadarkan akan diri saya yang seringkali mengeluh. Kurang pandai mensyukuri indahnya hidup. Sudah diberi kesempatan hidup kedua kalinya pun masih tetap sering lalai. Allahu rabbi, ampuni hamba. Padahal "maka nikmat Tuhan  kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Q.S. Ar-Rahman: 13).

Teruslah lukis mimpi di langit hidup mu, dan wujudkan menjadi gumpalan awan yang siap meneduhkan alam raya. -irdevzan, 20092011-

Mari terus bersyukur kawan, karena hidup itu anugerah. Cintai ia sepenuh hati mu. Jangan takut melangkah ke depan. Wujudkan tiap mimpi dengan perbuatan dan tindakan, jangan hanya sekedar kata. Ayo rangkai bulir-bulir mimpi itu menjadi kata-kata yang siap kau wujudkan sesegera mungkin. Setiap detik adalah peluang dan berpikir!
If you see the wonder of a fairy tale. You can take the future even if you fail. (Westlife - I Have A Dream)

Kamis, September 15

Akibat Salah Pergaulan: Tidur Sembarangan

Bismillah..
Huwalooooow world. Hari ini temanya penting ga penting yang penting posting. Karena ini September Ceria jadi agak kurangi postingan yang menyayat hati hingga berdarah-darah dan menggelepar di tengah jalan depan PC.

Kemarin ga sengaja ngubek-ngubek file lama di netbook. Mata saya langsung terpana dan terpesona pada satu file yang berjudul "Jadulisme In The Hoy". File berisi foto-foto lawas bersama Balad Ranger, entah itu di kampus, di kostan geng (Ciseke City), di damri, di gerbang Unpad, di lapangan Fisip, di depan Jurusan, di tukang baso, di pinggir jalan, di kamar mandi mana-mana kita ada ^_^

Ada satu foto yang merusak pandangan saya. Tanpa rekayasa, tanpa editan sotosop, tanpa sengaja, memang beginilah cantiknya adanya. Ini akibat pergaulan bebas bersama tukang becak. Gatel tangan klo ga dishare di mari. Kenapa ya? Padahal kan itu aib Ma. Sudahlah, nikmati saja. Hahahaha..

Terkapar Gara-Gara UAS Etika. (1) Irma, (2) Dini, (3) Gie, (4) Leo
Kejadian tak senonoh ini terjadi di mushala Fisip. Lihat saja itu karpet mushala yang ternoda oleh ulah kita yang terkapar. Jadi ceritanya begini. Jaman dahulu kala, waktu kita semester 4 ada matakuliah Etika Pemerintahan. Kebetulan hari itu jadwal UAS Etika Pemerintahan. Noh ada tu buku yang dijadikan penutup muka kami yaitu buku Etika oleh K. Bertens. Buku hijau nan ciamik yang bersanding bersama kami saat tidur di mushala adalah penyebab dari semua perkara ini. Kontras banget ya buku bacaannya sama posisi tidurnya? Hahahaha.. Haduh, maaf ya maaf.. Bukan mau mencitrakan etika pemerintah yang suka tidur sembarangan loh ya... Ampun. Tobat.

Bayangkan sodara-sodara, UAS hari itu kayak marathon, terus menerus dari pagi sampai siang tak henti-henti. Akhirnya ada waktu luang untuk istirahat shalat di mushala. Rencananya kami hanya akan baca-baca buku sambil menghafal SKS (Sistem Kebut Siang). Suasana mushala yang sejuk, nyaman, semilir angin, tenang membuat kami tak tahan akan godaan si kantuk. Alhasil satu persatu dari kami berlima tumbang. (Lah tapi itu yang ada di foto kan cuma empat. Satu lagi kemana Ma?) Satunya lagi itu biang keroknya! Secara gitu ya kita itu aura mistis artis untuk difoto memang besar. Ehehehehehe.. Aura jail F muncul, jepret sana sini tanpa kami sadari. Dan besoknya sudah menyebar di laman facebook. Aib se-aib-aib-nya.

Pesan Moral: "Untuk semua adek-adek ku yang masih menuntut ilmu, khususnya kuliah, jangan sekali-kali baca buku dengan posisi tidur ya, nanti bisa-bisa wajah kamu tenggelam ditelan buku. Don't try this at your mushala!" Kan jadi ga keliatan cantiknya. Baaaahaaayaaaaaa! \m/

Ini cerita tidur ku di mushala, bagaimana cerita mu?

Minggu, September 11

Jiwa Yang Kering

Jalan Menuju Cahaya (sumber: tumblr)
untuk mu, jiwa yang kering

hari ini terlalu lelah, menapak duka yang menggelinjang di dada
memapah bersama angin hampa, rasanya pedih
menelungkup mimpi yang berserak dan pecah
yang perlahan hilang menjadi tiada

gelembung-gelembung harapan kini terbang
melayang di langit mega
saat pedang malam tebas senja jingga

untuk mu, jiwa yang kering
basahilah dan basuhlah hati mu
lesatkan doa pada setiap ujung ucap mu
simpuhkan raga mu di helai pengharapan

Dia, Dzat yang telah menuliskan takdir di Lauhul Mahfudz
senantiasa akan mendengar keluh kerontang mu
karena Dia, selalu ada
menunggu mu menyapa-Nya

untuk mu, hati yang rapuh
letih memapah di ruas-ruas sunyi
merindu kosong tak berlancang
meredup di sudut sukma

sampaikan jutaan titip rindu
yang terbang bagai serpih dandelion
menyelip dalam doa
agar Dia menyentuh hati perindu mu

menelusup bisu waktu
leburkan raga menjadi partikel-partikel
bergumul bersama doa bersujud di sepertiga malam-Nya
hingga Dia menerangi jalan mimpi mu

hingga jiwa mu tak kering lagi

irdevzan,
cileunyi, 12092011 1:14

Kamis, September 8

Menelusuri Jalan Setapak - Edisi Pelabuhan Ratu

Bismillahirrahmanirrahiim..
Malam ini ditemani secangkir kopi mochacinno dan iringan Kecapi Suling membuat saya serasa di-nina bobo-kan. Terlelap dalam lamunan tapi tangan menari-nari di atas keyboard. Jadi teringat suasana alam di kampung halaman ayah, di Pelabuhan Ratu kemarin saat mudik season ke dua. Hehehehe..

Main-main di sungai, meskipun airnya sedang surut dan hampir kering karena musim sudah memasuki kemarau. Padalah ini September, akhiran -ber biasanya kan musim hujan, tapi karena perubahan kondisi cuaca dan alam jadi siklusnya berganti. Sungai dan sawah serta perkebunan karet masih mendominasi di sana. Tapi yang saya kurang betah di sana adalah udaranya yang panas, gerah. Mandi 2 kali itu tidak cukup. Sebentar saja langsung berkeringat.

mapay jalan satapak walungan edisi 1
mapay jalan satapak walungan edisi 2
Tiap kali liat foto ini jadi ingat sebuah petikan lagu:
"Mapay jalan satapak, ngajugjug ka hiji lembur. Henteu karasa capena, sabab aya nu diteang." (Mawar Bodas - Yayan Jatnika)

Pokoknya Yayan Jatnika Bieber daaaaahhh.. Hahahaha.. :r

Oh iya, waktu pulang habis main di sungai malah ketemu yang beginian. Penting tak penting saya jepret dan abadikan. Saya cuma merenung, ini bagaimana cara mandinya ya? Penutupnya mana? Toiletnya dimana? Terus gayungnya mana? Mungkin di kota-kota besar pun gubuk toilet umum seperti ini masih ada. Miris dan sangat kasihan, seharusnya MCK itu layak, bersih, higienis serta tidak terbuka auratnya.

WC UMUM dengan mandi, cuci, kakus gratis tapi begini :(
Fasilitas di sini memang masih banyak yang harus dibenahi. Mulai dari akses jalan ke desa-desa yang masih berbatu. Air, di sini masih memakai air gunung langsung, jadi pagi-pagi airnya dingin sedingin-dinginnya, siang airnya panas, sore airnya anget. Tak usah pakai godok menggodok air. Jadi lumayan hemat gas. Sinyal telepon yang kadang muncul kadang hilang, malah kadang-kadang bisa sepanjang hari tak dapat sinyal. Harus mojok dulu baru dapat sinyal. Dan tak lupa fasilitas MCK yang layak harus benar-benar dibenahi.

Inilah saatnya pemerintah harus benar-benar turun ke desa. Oh please jangan mendekam di kantor saja. Kelilinglah sekali-kali. Lihat apa yang rakyatnya lakukan setiap hari, bagaimana keadaan mereka sebenarnya. Apa mereka sudah layak penghidupannya? Ini pun menjadi tugas untuk saya di masa depan sebagai calon sarjana Ilmu Pemerintahan. Mengelola masyarakat, melayaninya. Percayalah, masih ada yang berniat baik untuk membenahi negara ini. Tuh kan keluar lagi gaya-gaya jawab ngawur ala kampusnya.

Ini menurut ku, apa menurut mu? ;)

Minggu, September 4

(Hampir) Tidak Pulang Kampung - Edisi Ciamis

Macet di Limbangan
Bismillahirrahmanirrahim..
Alhamdulillah masih bisa menulis di blog dan masih diberi kesempatan untuk merasakan indahnya dunia serta hidup yang Allah SWT berikan setiap harinya. Agak lama juga saya vakum dalam menulis lugas di blog. Kebanyakan berkutat di puisi. Entah kenapa, padahal "mungkin aku bukan pujangga, yang pandai merangkai kata.. ini diriku apa adanya.." (Base Jam - Bukan Pujangga).

Bagaimana dengan suasana mudik kalian? Ramai? Macet? Menyenangkan? Atau malah tidak mudik sama sekali? Hehehe.. Yang penting sudah bersilaturahim dengan sanak saudara, meskipun tidak mempunyai kampung halaman yang jauh dari mata. Saya tiap tahun pasti mudik. Ada dua daerah yang rutin saya kunjungi bersama keluarga. Ciamis dan Sukabumi (Pelabuhan Ratu). Karena kedua darah dari daerah itu mengalir di dalam diri saya. Perpaduan blasteran sunda :D

Pada hari Kamis, 1 September rencananya kami sekeluarga akan melakukan perjalanan mudik malam setelah shalat isya, namun niat itu harus diurungkan karena ada tetangga kami yang memberikan informasi kalo jalur Nagrek sampai Gentong macet parah, sampai 12 km. Ya sudahlah kami benar-benar hampir tidak jadi mudik, dibatalkan. Bayangkan macet atau padat merayap sejauh 12 km itu akan memakan waktu sampai kapan? Daripada bermalam di kendaraan lebih baik kami bermalam di rumah lagi saja. Dan akhirnya keesokan pagi kami sudah memantapkan niat untuk berangkat mudik. Biarlah macet itu mendera, rindu kampung halaman sudah tak terbendung. Ahiw..

Kawan, kalian tahu Ciamis? Pernah dengar daerah Panjalu? Atau objek wisata Situ Lengkong? Orang Priangan Selatan mungkin tahu. Nah di sanalah saya dilahirkan. Tempat sanak saudara dari ibu ada di sana berkumpul. Entah kenapa setiap saya pulang ke Ciamis merasa sangat kerasan dan tidak ingin cepat-cepat pulang. Udaranya, orang-orangnya, sejarahnya, tempat wisatanya, dan semuanya membuat saya selalu rindu untuk kembali. Panjalu itu mempunyai sejarah panjang, di jaman dahulu kala di Priangan Selatan terkenal sebuah kerajaan dengan nama Panjalu. Silahkan baca sejarahnya di sini dan di sini. Di sini terdapat Situ Lengkong yang merupakan tempat wisata yang ramai dikunjungi para peziarah. Malah waktu itu (saya lupa tahun berapa), Gus Dur pernah berkunjung ke sini. Sampai-sampai orang sekampung, sedusun, sekecamatan, se-se-se-se ramai-ramai ke Situ Lengkong.

Karena rumah nenek sangat dekat dengan Situ Lengkong, jadi kalo mau maen ke sana tinggal jalan kaki sekitar 10 menit. Karena kami orang Panjalu jadi tinggal lewat begitu saja tanpa membayar tiket. Hahahaha.. Maaf ya Pak petugas. Selayaknya situ atau danau, di sini ramai perahu yang siap mengantarkan wisatawan sekedar mengelilingi pulau Nusa (yang berada di tengah-tengah situ) atau sekalian mengunjungi makam raja-raja Panjalu di dalam pulau Nusa tersebut. Ada yang menarik saya temukan di desain perahu dayungnya. Dulu yang mendayung perahu bisa 2 orang "nahkoda" dengan 2 dayung, berada di depan dan belakang perahu. Namun sekarang jaman sudah berubah boi, perahu tak usah didayung, cukup dikayuh seperti sepeda. Apaaaaaaa? Ya, dikayuh seperti sepeda. Macam roda-roda perahu bebek lah.
Galeri Situ Lengkong
Situ Lengkong dan Perahu Unik (coba cari keunikannya)
Situ Lengkong

Setelah puas berfoto ria dan sekedar melihat-lihat di Situ Lengkong. Saya dan serdadu kancil (adik dan sepupu) bermain ke alun-alun dan Mesjid Agung Panjalu. Dan di sini juga saya menemukan sesuatu yang menarik. Ada 2 buah seperti katel (wajan) terbujur kaku di depan halaman Mesjid Agung Panjalu. Saya kira itu semacam pot kembang jumbo atau tempat untuk menadah air. Ternyata waktu kami tak sengaja melihat-lihat ada sebuah tulisan terpahat ditepian katel itu. Bertuliskan:
EDWIN MAW LIVERPOOL
1494 52X20

dan katel yang satunya lagi berpahatkan:
EDWIN MAW LIVERPOOL
1330 52X20

Bocah-Bocah Bersama Katel Bersejarah (AvizZ, Upi)
Apa coba itu artinya? Hmmmm.. Apa maksudnya itu buatan Edwin Maw dari Liverpool yang dibuat pada tahun 1330 dan 1494 dengan ukuran diameter 52X20 cm???? Wooooowwwww.. Saya sempat berpikir sangat dalam dan merenung sejenak. Apa ini benda peninggalan sejarah? Kok tergeletak begitu saja (dipatenkan sih letaknya, tapi seperti tak terurus didalamnya banyak pasir dan batu-batu). Dan saya pun langsung mencari tahu di Mang Duleh Google tentang Edwin Maw, tapi saya tak menemukan informasi yang spesifik. Dipastikan sih itu nama orang Inggris. Dan memang seperti apa kata Ibu dan Bibi, bahwa katel itu sudah ada semenjak mereka kecil. Dan selalu dijadikan tempat bermain. Tapi sekarang sih sudah tidak di jadikan mainan. Cuma tak terurus saja, jadi gimana gitu. Waktu dicoba saya ketuk katelnya rasa besinya itu kuat banget, pantesan ga berkarat. Sangat-sangat kuat dan mejik. Saya senang bisa melihat benda bersejarah itu ada di kampung halaman.

Masih banyak benda-benda bersejarah di Panjalu, menarik dan membuat saya terus ingin mempelajari dan mengetahuinya. Ayo kawan-kawan mainlah ke Ciamis, Panjalu. Berperahu ria ke Situ Lengkong, berziarah ke makam raja Panjalu di Pulau Nusa. Pasti kalian tak akan menyesal. Mudik di Ciamis dituntaskan hari Sabtu sore, kami pun kembali ke Bandung, perjalanan ramai lancar tanpa macet lagi di Nagrek :D

Bersambung Mudik Bagian Pelabuhan Ratu...

Minggu, Agustus 7

Filosofi Perahu-Perahu Kertas

Perahu Kertas Berwarna-Warni
teronggok rapuh kertas itu
ia berwarna tapi tak terbentuk tegak
sedikit hentakan angin akan menerbangkannya
perlahan.. perlahan..
ia belum bernilai, belum tercipta karya

aku raih selembar demi selembar
warna pink, warna biru muda, warna ungu, warna hijau, semua warna-warna yang membalutnya
jemari ku menari bagaikan balerina
melipat dari sudut ke sudut

taukah engaku?
aku membuat perahu, ya perahu..
aku menamainya perahu kertas
ku hanyutkan ia di antara riaknya air sungai
berharap kan bertemu laut diujung nanti 
dan tetap berharap ia tak tenggelam

*Entahlah.. Saya harus menamai ini apa ya? Puisi kah? Atau hanya tulisan yang dilebih-lebihkan? Atau mungkin memang ia tak bernama. Padahal isinya cuma tulisan cara membuat origami dari kertas lipat menjadi perahu kertas. Hehehehe.. Sedang ingin berkata-kata indah tapi mentok di kosa kata. Jadi pantasnya saya kategorikan dalam apa tulisan ini??


Oh iya, saya sangat suka dengan aktivitas lipat melipat semenjak TK. Sampai sekarang pun saya masih suka membeli kertas lipat. Entah untuk mendekorasi kamar atau sekedar melipat bentuk kodok, perahu, burung bangau maupun kincir angin. Warnanya yang mencolok sangat disukai anak-anak, termasuk saya.

Hmm.. Dari pada tak berisi sama sekali tulisan ini. Mari kita berfilosofi sedikit. Filosofi ala Irma. Heheheh.. Perahu kertas itu saya ibaratkan sesuatu yang kecil dan tak punya kekuatan, dibandingkan dengan perahu-perahu kayu atau besi raksasa yang berkeliaran di laut. Saya perumpamakan perahu kertas itu tak ada apa-apanya. Tapi ia tetap berharap sampai di laut, meskipun harus mengalun dengan harapan kecil, penuh rintangan dan prediksi tenggelam di tengah jalan lebih besar. Seperti manusia yang merasa dirinya kecil dan tak berdaya, sebenarnya tetap mempunyai harapan untuk terus bertemu sesuatu yang "luas", yang menjadi cita-citanya. Siapa orang yang tidak mempunyai cita-cita? Atau siapa orang yang tidak mempunyai mimpi? Menurut saya semua orang mempunyai itu. Hanya persoalannya adalah bagaimana mewujudkan cita-cita dan mimpi itu. Mustahil tidak ada orang yang tidak mempunyai keinginan walau hanya dia dan Allah SWT yang tahu. Tapi orang yang merasa kecil dan tak berdaya saat dia mempunyai suatu harapan akan cita-cita atau impiannya pasti akan terus melaju walau rintangan itu lebih besar menghalau. Kata Coldplay - Fix You pun "If you never try, you will never know.."

Jadi cobalah, jika kau tidak pernah mencoba, maka kau tidak akan pernah tahu. Tidak akan pernah tahu rasanya sukses maupun rasanya terjatuh. Eh dari perahu kertas jadi ngomong beginian. Tak apalah. Selagi dalam masa ngabuburit ini mari kita berfilosofi sendiri. Jadi penyemangat diri sendiri. Tersenyum dan bergegaslah. Karena matahari masih bersinar, dan jantung masih berdegup semua harus disyukuri, dan tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Mari berlayar seperti perahu kertas yang melaju berharap bertemu laut lepas. Cheer up everybody ^_^

Selamat ngabuburit kawan-kawan. Tetap semangat ya shaum Ramadhannya. Raihlah berkahnya.

Rabu, Agustus 3

Snack Chuba Ku Kadaluarsa

Sudah 2 hari ini beberapa ide untuk menulis mengendap di otak ku. Tidak keluar, tidak mencair, tidak bersinergi dengan tangan. Jadinya baru sekarang ada mood untuk menulis. Entahlah, seharusnya bulan Ramadhan itu lebih produktif menulis atau sekedar merangkai ide menjadi sebuah maha karya, tapi ya beginilah adanya. Tangan dan otak sedang ingin beristirahat sejenak mungkin. Padahal sudah ada beberapa draft di blog maupun di drive D yang belum rampung saya tulis. Hayaaaaah.. Malas sekali ini anak. Hehehe..

Oh iya, kawan-kawan tahu kan snack Chuba? Itu loh makanan sejuta umat dari jaman telenovela Marimar sampe sinetron (sinetron apa ya yang sekarang marak? haha.. tidak tahu). Entah sejak kapan saya menyukai snack itu. Kripik singkong rasa keju, barbeque, dan macam-macam lagi. Bentuknya kecil, isinya ga terlalu banyak (sedikit malah, sekali comot langsung abis). Tapi kerenyahan dan kenikmatannya kemarin terenggut oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab (lebay).
Chuba Snack Sejuta Umat
Jadi kemarin saya tergirang-girang berjingkrak-jingkrak menemukan kembali snack Chuba itu di warung sekitar rumah. Tanpa tedeng aling-aling saya pun langsung membelinya 5 buah. Secara harganya masih murah dan sulit ditemukan, jadi beli banyak aja sekalian. Tidak sabar untuk mencicipinya. Ups, saya kan puasa. Jadi saya tunggu sampai nanti maghrib waktu berbuka puasa. Terbayang-bayang bagaimana rasanya snack Chuba itu sampai menjelang bedug maghrib. Rencananya akan saya jadikan cemilan setelah shalat tarawih. Waktu tiba saatnya saya mencicipi snack sejuta kenangan itu....... -Crauk.. crauk.. kres.. kres.. nyam.. nyam..- Kok ga garing? Kok alot? Kok rasanya sedikit ga mantap. Kok? Kok? Kooooooooooooookkkkkk????!!!!

Langsung saja saya lihat tanggal kadaluarsanya. Dan taukah kalian? Tertera sebuah angka 14 03 11. Syok dan kaget. Rasanya seperti makan kereta api dan ingin segera memuntahkannya kembali. Itu kan artinya tanggal kadaluarsanya 14 Maret 2011. Kawan-kawan tau kan kemarin tanggal berapa? 3 Agustus 2011, jadi sudah hampir 5 bulan snack itu kadaluarsa. Masya Allah.. Langsung saya minum air sebanyak-banyaknya sampe kembung. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ya sudah, saya hanya berdoa agar tidak terjadi efek samping. Kalau pun terjadi ya mungkin paling gatal-gatal tenggorokan. Haha..

Nih bukti otentiknya:
Chuba tampak belakang
Yang dilingkari merah itu tanggal kadaluarsanya 14 03 11 (No Hoax!)
Sungguh sangat terlalu itu pedagang yang menjual snack Chuba kadaluarsa sampai 5 bulan lamanya. Bagaimana jika anak-anak yang tidak tahu dan mengerti arti kode kadaluarsa ya? Dan bodohnya saya pun tidak mengecek tanggal kadaluarsa pada saat saya beli. Apa karena saking girangnya ya? Biasanya klo mau makan snack biasanya yang pertama kali saya lakukan adalah melihat tanggal kadaluarsa. Entah kenapa kemarin sampai lupa cek tanggal kadaluarsa. Semoga nanti para pedagang maupun pembeli lebih hati-hati dalam mengecek barang dagangan, apalagi berupa makanan ringan yang digemari anak-anak. Jangan sampai terjadi korban keracunan karena kelalaian kita sendiri. Untung sampai sekarang saya masih baik-baik saja. Tidak terjadi reaksi apapun. Heheheh.. Alhamdulillahirrabbal'alamiin..

Senin, Agustus 1

Agustus - Ramadhan - Milad Leo

Ini tanggal 1 Agustus 2011 dan ini tanggal 1 Ramadhan 1432 H. Ini adalah hari pertama kita menjalankan ibadah shaum Ramadhan dan ini adalah hari milad sahabat saya yang pelupa akut, yaitu Leo Nitnut. Hahahahaahahahahahaha.. (padahal pada kenyataannya tidak sama sekali tertawa sepanjang itu, hehe.. sudahlah, abaikan)

Hampir lupa kalo Leo Kripik Kentang sekarang ulang tahun. Mungkin karena pengaruh suasana hari pertama Ramadhan yang tentram. Jadi diingatkan oleh facebook, pantesan banyak yang memberi ucapan selamat ulang tahun di wall dia. Hari gini masih main facebook? Masih, tapi sebagai spy, stalker yang invisible. Hehehehehe.. Upssss.. Langsung saya ambil handphone lalu  saya tuliskan sebuah sms untuk dia yang isinya seperti ini:
"Leo.. Selamat ulang tahun ya. Maaf ga ada kata-kata indah yang menguntai di sms ini. Yang penting selalu ada doa untuk kesuksesan mu cantik. Semoga sisa umurnya bermanfaat :-* "
Singkat, padat dan tidak jelas. Hehehe.. Maklum, handphone baru kena hard reset jadi semua folder sms dari tahun 2007 langsung terhapus begitu saja. Jadi tidak ada simpanan sms-sms indah mengalun kasih yang siap saya forward. Maklum kebiasaan copy paste jadi begini. Tapi saya lebih percaya diri menuliskan sms ini dari pada harus memforward sms orang lain. Cie..ciiieeeeeeee..ciiieeeee :D

Belum ada kado dan belum ada acara traktiran dari Leo. Nah loh? Haha.. Karena ini hari libur menjelang awal Ramadhan jadi teman-teman pun pergi ke kampung halaman masing-masing. Biasanya kami berkumpul di Jatinangor. Tapi sekarang Ranger pun sudah berada di tengah-tengah hangatnya keluarga masing-masing. Kebetulan Leo pun sedang berada di tengah-tengah kubangan lumpur Sidoarjo, eh maksundya sedang ada di Surabaya kemudian kemarin baru saja dari Sidoarjo. Begitulah pemirsa. Jadi kami, para Ranger pun belum sempat mempersiapkan hadiah alakadarnya untuk Leo maupun bentuk surprisenya bagaimana, apalagi belum tahu mau ditraktir dimana. Eh loh? Hehehehe..

Menurut saya apalah sebuah arti perayaan ulang tahun. Kita maknai dengan khidmat dan doa. Semoga di setiap langkah ke depan selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT, dibimbing kearah jalan kebaikan. Oh iya, disetiap saya mengucapkan milad untuk teman-teman pasti selalu ada kata-kata "semoga umur ini bermanfaat untuk semua mahluk di dunia. aamiin..". Tanya kenapa? Karena menurut saja, apalah arti umur panjang jika tidak bisa memberikan manfaat untuk sesama maupun untuk mahluk-mahluk lain ciptaan Allah SWT. Jika kita bermanfaat, maka umur yang kita jalani sekarang akan semakin terasa bermakna untuk diri sendiri, melebihi arti dari panjang umur. Sudah barang tentu dengan bermanfaatnya kita, raga dan jiwa pun akan sehat selalu. Wallahu'alam bishawab. Cheer up everybody. Correct me if I wrong ^_^

Nih dia penampakannya :D
Leonita Si Penakluk Kasur :D