| Jalan Menuju Cahaya (sumber: tumblr) |
untuk mu, jiwa yang kering
hari ini terlalu lelah, menapak duka yang menggelinjang di dada
memapah bersama angin hampa, rasanya pedih
menelungkup mimpi yang berserak dan pecah
yang perlahan hilang menjadi tiada
gelembung-gelembung harapan kini terbang
melayang di langit mega
saat pedang malam tebas senja jingga
untuk mu, jiwa yang kering
basahilah dan basuhlah hati mu
lesatkan doa pada setiap ujung ucap mu
simpuhkan raga mu di helai pengharapan
Dia, Dzat yang telah menuliskan takdir di Lauhul Mahfudz
senantiasa akan mendengar keluh kerontang mu
karena Dia, selalu ada
menunggu mu menyapa-Nya
untuk mu, hati yang rapuh
letih memapah di ruas-ruas sunyi
merindu kosong tak berlancang
meredup di sudut sukma
sampaikan jutaan titip rindu
yang terbang bagai serpih dandelion
menyelip dalam doa
agar Dia menyentuh hati perindu mu
menelusup bisu waktu
leburkan raga menjadi partikel-partikel
bergumul bersama doa bersujud di sepertiga malam-Nya
hingga Dia menerangi jalan mimpi mu
hingga jiwa mu tak kering lagi
irdevzan,
cileunyi, 12092011 1:14
0 komentar:
Posting Komentar