Pages

Minggu, September 11

Jiwa Yang Kering

Jalan Menuju Cahaya (sumber: tumblr)
untuk mu, jiwa yang kering

hari ini terlalu lelah, menapak duka yang menggelinjang di dada
memapah bersama angin hampa, rasanya pedih
menelungkup mimpi yang berserak dan pecah
yang perlahan hilang menjadi tiada

gelembung-gelembung harapan kini terbang
melayang di langit mega
saat pedang malam tebas senja jingga

untuk mu, jiwa yang kering
basahilah dan basuhlah hati mu
lesatkan doa pada setiap ujung ucap mu
simpuhkan raga mu di helai pengharapan

Dia, Dzat yang telah menuliskan takdir di Lauhul Mahfudz
senantiasa akan mendengar keluh kerontang mu
karena Dia, selalu ada
menunggu mu menyapa-Nya

untuk mu, hati yang rapuh
letih memapah di ruas-ruas sunyi
merindu kosong tak berlancang
meredup di sudut sukma

sampaikan jutaan titip rindu
yang terbang bagai serpih dandelion
menyelip dalam doa
agar Dia menyentuh hati perindu mu

menelusup bisu waktu
leburkan raga menjadi partikel-partikel
bergumul bersama doa bersujud di sepertiga malam-Nya
hingga Dia menerangi jalan mimpi mu

hingga jiwa mu tak kering lagi

irdevzan,
cileunyi, 12092011 1:14

0 komentar: