Pages

Tampilkan postingan dengan label Ranger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ranger. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 18

Penginapan Mistis Bombastis

Penginapan Suzanna Era '80-an
Bismillah..
Wataw watsap semuanya? Akhirnya bisa menulis lagi. Kemarin-kemarin saya membuka blog hanya untuk menunaikan apa yang sudah diminta oleh Kang Yuday. Membaca postingannya yang sedang mengikuti salah satu kontes di dunia maya ini. Beliau salah satu orang yang suka membantu saya membenahi blog. Memberi pengetahuan lain tentang elemen-elemen blog yang sampai sekarang pun kadang saya masih keblinger untuk memahaminya. Beliau orangnya baik banget klo kita minta bantuan atau sekedar menanyakan beberapa hal mengenai per-blog-an. Beneran deh. Pokoknya top markotop.

Setelah membaca postingan Kang Yuday tentang Voucher Hotel Murah di RajaKamar.com jadi teringat mengenai hal inap menginap waktu saya masih senang berkeliaran antar daerah. Eh, sampai sekarang pun masih senang kok berkeliaran ke beberapa daerah. Program menjelajah Indonesia masih menjadi angan-angan saya setelah lulus kuliah nanti.

Oh iya, ngomong-ngomong tentang penginapan, entah itu motel, hotel, atau pun penginapan biasa. Saya mempunyai cerita horror mistis bombastis spektakuler dan wedun lah pokoknya. Maaf berlebihan. Hahaha.. Jadi ceritanya begini, awal tahun 2010 kemarin kami satu angkatan beserta dosen mengadakan praktikum ke Kota Banjar. Di sana kami akan mengikuti audiensi bersama Walikota Banjar. Banjar yang saya maksud adalah kota hasil pemekaran dari Kabupaten Ciamis. Mungkin orang Jawa Barat sudah tahu. Seperti biasa kami serombongan setelah berdiskusi ria bersama Bapak Walikota rencananya akan langsung ke tempat istirahat, yaitu penginapan yang ada di Kota Banjar. Antara perempuan dan laki-laki tempat penginapannya terpisah agak jauh. Karena keterbatasan fasilitas yang ada di sana. Maklum, bukan daerah objek wisata yang mempunyai beragam tempat penginapan.

Setelah itu kami pun beranjak ke penginapan masing-masing. Saya saat itu kebetulan menjabat sebagai Koordinator Tim Materi Praktikum Sistem Pemerintahan Desa. Tukang menghubungi dosen, rancang materi praktikum, menghubungi pihak Pemda dan tetek bengek yang berhubungan dengan masalah akademis. Lalu ketua praktikum pun mengamanatkan saya yang berada di bis pertama yang nota bene berisi sebagian besar perempuan. Sang ketua pun berkata, "Ma, perempuan di hotel Mustika ya", "ok siap komandan" saya pun berujar. Asyik, Hotel Mustika cimiiiiwww.. Dalam hati dan pikiran saya terbayang sebuah penginapan yang lumayan lah. Tidak mengharapkan penginapan bintang lima apalagi bintang tujuh (eh itu mah puyer ya, hahaha..). Yang penting nyaman untuk sekedar merabahkan badan yang sudah terombang-ambing jalur Jatinangor-Banjar.

Dan taukah kalian? Apa yang ada dipikiran dan hati saya tersebut salah besar. ZONK!
 
Waktu bus yang kami tumpangi berhenti tepat di depan Hotel Mustika (entah hotel atau motel atau apalah itu namanya, yang pasti bukan bintang 2 sekalipun), kami semua, para mahasiswi sontak berujar pada bapak supir, "Pak, ini tempatnya? Salah mungkin Pak.." dan kami semua agak enggan untuk turun dari bus. Tapi dilihat-lihat di plang nama tempatnya Mustika. Owalaaaaahhhh.. Jadi tempatnya itu klo bisa saya deskripsikan seperti tempat penginapan jaman Suzanna main film horror tentang Bang Bokir itu loh.

Tak ada lobi, tak ada tempat parkir untuk bus. Penjaga penginapannya juga auranya sudah beda. Tampak sering mengamati gerak gerik kami dan menyembunyikan sesuatu serta berkomat kamit entah baca apa. Kaca-kaca dan kayu-kayu kamarnya sudah berdebu, lantainya juga berdebu dan retak-retak, gersang, kamar bawah tidak ada fasilitas AC maupun kipas angin padahal di Banjar itu sangat panas. Tapi di kamar atas tempat saya menginap ada AC tahun Suzanna main film itu. Kamar mandi di kamar saya pun atapnya bolong, air baknya pun kotor, closet tak terurus, pokoknya mencekam. Lampu kamar mandinya pun 5 watt yang kuning itu. Masalah kasur, jangan ditanya, tak terurus sama sekali. Mistis!

Rel Kereta Api di Pinggir Penginapan Mistis
Kamar yang saya tempati kebetulan berdampingan dengan rumah kosong yang sudah separuh bobrok. Kata teman-teman sih di bangunan itu ada tulisan yang lumayan besar bertuliskan "Perjanjian Drakula". Jadi penginapan kami itu berada tepat di tikungan. Klo kata orang-orang disebut sebagai bangunan tusuk sate. Dan berada dekat di bawah jembatan. Tak jauh dari penginapan ini adalah Stasiun Kereta Api di Banjar. Aroma mistisnya sudah tercium oleh beberapa teman yang memang katanya bisa melihat dan merasakan. Tapi karena saya orangnya datar, biasa saja, jadi ga terlalu mengulik hal-hal seperti itu. Yang saya rasakan hanya biasa saja, sebuah tempat yang fasilitas penginapannya seperti kembali ke jaman Suzanna di era '70-an atau 80-an.

Waktu malam menjelang, saya, Dini, dan Leo berada di kamar atas pojok samping rumah kosong itu. Lalu Gie, F, dan Rurry berada di sebelah kamar kami serta langsung berbatasan dengan lorong (gelaaaap banget) tidak merasakan hal-hal aneh. Merasa nyaman-nyaman saja. Tidak ada pikiran aneh-aneh. Bahkan saya sempat terjaga di tepat pukul 12 malam untuk mengambil HP yang sedang di-charge, lalu mendengarkan suara kereta api yang sedang transit di sana. Sampai keesokan harinya kami tidak merasakan apa-apa, malah kami tidur pulas sepulas-pulasnya. Udah dasar tukang tidur mungkin ya, jadi dimana pun itu tempatnya tidur ya tidur.

Tapi, taukah kalian? Saat malam itu ternyata banyak teman perempuan maupun laki-laki (yang sengaja main ke tempat penginapan perempuan) dengan sengaja dan tanpa sengaja memancing para blaemblaem (disensor) keluar menampakkan diri. Ada yang bertemu di bawah jembatan belakang penginapan, ada di antara rel kereta api, ada di jendela kamar atas yang ga boleh kami tempati. Dan ada salah seorang teman yang melihat ada blaemclukcluk di depan kamar saya. Walaaaaahhhhh.. Baru keesokan harinya kami diceritakan oleh mereka tentang kejadian itu. Percaya tidak percaya memang kita harus percaya pada hal-hal ghaib. Tapi jika kita tidak menganggu mereka, ya kita pun tak akan di ganggu kok. Buktinya kami bangun keesokan harinya dengan sumringah dan membuat teman-teman lain keheranan dengan kelakuan kami yang ceria. Hahahahaha.. Meskipun setelah mendengar cerita itu jadi merinding ajojing.

Bagaimana dengan pengalaman kalian?? Oh iya, jangan lupa berkunjung di Voucher Hotel Murah di RajaKamar.com yaaaaaaa.. Pasti pada doyan yang murah-murah kan? Selamat hari Selasa kawan-kawan ;)

Senin, Oktober 10

Persahabatan Yang Lebih Dari Persahabatan

Tangan-tangan persahabatan di Batu Tulis Museum Sribaduga

"Kalian adalah senyawa yang membumbung tinggi di udara, menjadi awan dan kini turun sebagai hujan. Menyejukkan. Dan aku menyebut kalian sebagai sahabat" (Irma Meracau)
Tak pernah ada habisnya menceritakan tentang sahabat. Pasti semua orang mempunyai sahabat. Setidaknya mempunyai orang yang sangat dekat, bukan saudara, bukan keluarga, maupun pasangan. Itulah sahabat. Kata orang-orang, sahabat itu lebih dari teman. Entahlah, perbedaan yang tegasnya apa. Belum tahu. Namun yang pasti sahabat adalah sesuatu yang indah :)

Sekarang saya akan bercerita kembali mengenai persahabatan. Persahabatan yang lebih dari persahabatan. Apakah itu? Segenggam rasa seperti cinta, cinta yang berbeda tentunya. Menyatu bersama aroma suka, duka, dan tanpa komitmen hati terpaut jauh. Tapi saling melengkapi dalam kesunyian maupun keramaian.

Sekitar 4,5 tahun yang lalu di ospek fakultas, FISIP UNPAD, saya bertemu Leo. Seorang gadis Bogor berwajah arab tapi tidak mengaku mempunyai darah keturunan arab dan kita selalu menjuluki dia sebagai "Mama Baim", karena wajahnya yang agak mirip. Semoga Leo ga ngamuk-ngamuk waktu baca tulisan ini ya Alloh.. Lalu waktu ospek jurusan saya bertemu Dini, seorang gadis Subang yang kata orang-orang mirip Nirina Zubir, ibu saya pun berkata demikian. Pasti ni orang jingkrak-jingkrak klo baca tulisan ini. Kami didekatkan tak sengaja oleh kondisi saat harus mencari bahan ospek jurusan di esok hari. Dari Gang Mawar sampai Ciseke kami menelusuri toko-toko untuk mencari kertas spotlight warna jurusan yang unyu banget. Kemudian saat di ruang kuliah saya bertemu Gie dan F. Dua orang ini memang sulit dipisahkan, waktu itu sering kali kita juluki "ada Gie, ada F". Gie, seorang gadis Cikampek yang memiliki kisah pilu sama ular, waktu itu dia memergoki seekor ular di kamar mandinya, 2 hari 2 malam dia ga mau tidur di kostan gara-gara takut dihantui ular itu. Maaf ya Gie, membuka luka lama mu di sini. Lalu F, seorang mojang Kuningan, waktu pertama kali bertemu, saya melihat dia melahap keju batangan itu tanpa tedeng aling-aling, ga habis pikir kok ada ya orang kayak gitu. Padahal badannya itu kurus loh. Balad Ranger, semua rasa, kenangan dan kebersamaan kita ukir bersama di gerbang UNPAD, di ruang kuliah gedung B, gedung C, gedung D, selasar Mushala, ruang jurusan, PangDam (Pangkalan Damri), Kiara Payung, Ciseke (Kostn Gie & F), Gang Mawar (Kostn Dini), dan tempat-tempat yang tidak bisa disebutkan di sini satu persatu.
Di depan Gedung Sate
Beberapa bulan lagi mungkin kita tidak akan bisa bersama-sama seperti cerita yang pernah dahulu kita lakukan. Sedih, benar-benar sedih. Apakah kalian merasakan hal yang sama? Sesungguhnya saya lebih suka menyebut ini sebagai persaudaraan, ya persahabatan yang lebih dari persahabatan itu kurang lebih seperti ini. Kami baru kenal sekitar 4,5 tahun yang lalu, Dipersatukan dari latar belakang dan sifat berbeda-beda. Seperti kutipan puisi Soe Hok Gie "Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta". Cinta sahabat :)

Oh iya, sudah beberapa bulan ini saya ikut dalam sebuah komunitas blogger. Blog of Friendship, Bloof. Awalnya saya tidak tahu kalo di dunia ini ada komunitas seperti itu. Saya sudah menjadi blogger dari tahun 2009, namun tidak pernah aktif. Hanya sekedar membuat akun, edit tampilan dan tulisan pertama saya di tahun 2009 hanya satu. Kemudian baru awal-awal tahun 2010 saya mulai aktif kembali di blog, hanya menulis cerita seperti layaknya diary, pengunjung pun hanya sedikit. Alhamdulillah banget klo ada yang berkomentar. Kebanyakan tulisan saya waktu itu hanya meracau. Dan sekitar bulan Juni, saya mendapat sebuah komentar dari kang Andy. Isinya sebuah ajakan untuk masuk Bloof. Lama sekali saya berpikir untuk masuk group ini.

Komentar ajakan dari Kang Andy, dan saya tersihir untuk mengikutinya :D
Maklum, saya tidak terbiasa ikut forum-forum dunia maya di facebook maupun di jejaring sosial lainnya. Tapi ada sebuah rasa keingintahuan yang besar hingga saya pun memberanikan diri untuk mengklik tulisan "ask to join" di Bloof. Alhamdulillah diterima oleh admin, saya lupa waktu itu saja jadi member keberapa. Lama kelamaan saya merasakan sesuatu yang berbeda di Bloof, orang-orangnya ramah. Saling memberi saran, klo punya ilmu langsung di-sharing. Kenyamanan ini bertambah ketika saya merasakan sebuah "persahabatan yang lebih dari persahabatan". Seperti slogan Bloof selama ini. Semakin hari semakin rajin menulis di blog dengan tulisan yang diusahakan memberikan manfaat untuk orang lain. Bukan hanya sekedar kata kosong dari hati yang tak bisa berkata. Banyak hal bermanfaat mengenai hidup yang saya dapatkan dari sahabat-sahabat Bloof.

Saya akan menulis lebih lanjut tentang Bloof di postingan yang lain. Karena banyak cerita indah dari Bloof yang layak untuk diperbincangkan. Tulisan ini saya tujukan dalam ajang belajar se-SEO-an yang diadakan Kang Yuday. Dan taukah kawan, saya sudah tersesat di jalan yang indah bersama Bloof. Bagi sahabat Bloof yang belum disebutkan namanya, akan saya ceritakan lebih lanjut dipostingan nanti. Tunggu saja.
Don't make friends who are comfortable to be with. Make friends who will force you to lever yourself up. -Thomas J. Watson-

Jumat, September 30

Persahabatan: Di Batas Kebersamaan

hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan
semangatmu itu oh jingga
-(Lembayung Bali, Saras Dewi)
Menakar jutaan ingatan yang terendap di dasar lubuk. Bersimultan bersama masa yang tak pernah berhenti bergulir. Menapak larung memori kecil yang terselip di antara batas nyata. Itulah yang dijuluk kenangan. Hai persahabatan, bagaimana kabar mu? Apakah aroma mu masih sama? Masih hangat? Atau sudah dingin dan kini membeku? Entahlah..

Untuk kalian, gumpalan-gumpalan senyawa yang tidak akan lama lagi berubah menjadi memori. Masih bisakah kita bergandengan, saling mengapit satu sama lain? Mengukir cerita batas pengharapan menuju perpisahan untuk anak cucu kita, kelak.

"Persahabatan adalah hela nafas
Perdebatan di dalamnya adalah anugrah
Persahabatan adalah degup jantung
Pertentangan di dalamnya adalah nikmat
Dengan tawa kita bahagia, namun
Tanpa duka kita bukan siapa-siapa"
-Balad Ranger-

Leo, Irma, F, Gie, Dini bersama Hana (the pretties Orang Utan girl at BonBin)
Dalam sepi, letup ranum jantung ini menyapa aroma persahabatan. Semoga kelak kalian akan selalu ingat aku, ingat kita, ingat hidup (di antara) kita. Tersenyum bersama mimpi yang harus kita wujudkan di hari nanti dan sekarang.

Kamis, September 15

Akibat Salah Pergaulan: Tidur Sembarangan

Bismillah..
Huwalooooow world. Hari ini temanya penting ga penting yang penting posting. Karena ini September Ceria jadi agak kurangi postingan yang menyayat hati hingga berdarah-darah dan menggelepar di tengah jalan depan PC.

Kemarin ga sengaja ngubek-ngubek file lama di netbook. Mata saya langsung terpana dan terpesona pada satu file yang berjudul "Jadulisme In The Hoy". File berisi foto-foto lawas bersama Balad Ranger, entah itu di kampus, di kostan geng (Ciseke City), di damri, di gerbang Unpad, di lapangan Fisip, di depan Jurusan, di tukang baso, di pinggir jalan, di kamar mandi mana-mana kita ada ^_^

Ada satu foto yang merusak pandangan saya. Tanpa rekayasa, tanpa editan sotosop, tanpa sengaja, memang beginilah cantiknya adanya. Ini akibat pergaulan bebas bersama tukang becak. Gatel tangan klo ga dishare di mari. Kenapa ya? Padahal kan itu aib Ma. Sudahlah, nikmati saja. Hahahaha..

Terkapar Gara-Gara UAS Etika. (1) Irma, (2) Dini, (3) Gie, (4) Leo
Kejadian tak senonoh ini terjadi di mushala Fisip. Lihat saja itu karpet mushala yang ternoda oleh ulah kita yang terkapar. Jadi ceritanya begini. Jaman dahulu kala, waktu kita semester 4 ada matakuliah Etika Pemerintahan. Kebetulan hari itu jadwal UAS Etika Pemerintahan. Noh ada tu buku yang dijadikan penutup muka kami yaitu buku Etika oleh K. Bertens. Buku hijau nan ciamik yang bersanding bersama kami saat tidur di mushala adalah penyebab dari semua perkara ini. Kontras banget ya buku bacaannya sama posisi tidurnya? Hahahaha.. Haduh, maaf ya maaf.. Bukan mau mencitrakan etika pemerintah yang suka tidur sembarangan loh ya... Ampun. Tobat.

Bayangkan sodara-sodara, UAS hari itu kayak marathon, terus menerus dari pagi sampai siang tak henti-henti. Akhirnya ada waktu luang untuk istirahat shalat di mushala. Rencananya kami hanya akan baca-baca buku sambil menghafal SKS (Sistem Kebut Siang). Suasana mushala yang sejuk, nyaman, semilir angin, tenang membuat kami tak tahan akan godaan si kantuk. Alhasil satu persatu dari kami berlima tumbang. (Lah tapi itu yang ada di foto kan cuma empat. Satu lagi kemana Ma?) Satunya lagi itu biang keroknya! Secara gitu ya kita itu aura mistis artis untuk difoto memang besar. Ehehehehehe.. Aura jail F muncul, jepret sana sini tanpa kami sadari. Dan besoknya sudah menyebar di laman facebook. Aib se-aib-aib-nya.

Pesan Moral: "Untuk semua adek-adek ku yang masih menuntut ilmu, khususnya kuliah, jangan sekali-kali baca buku dengan posisi tidur ya, nanti bisa-bisa wajah kamu tenggelam ditelan buku. Don't try this at your mushala!" Kan jadi ga keliatan cantiknya. Baaaahaaayaaaaaa! \m/

Ini cerita tidur ku di mushala, bagaimana cerita mu?

Minggu, Agustus 14

Ingatlah Hari Ini #Edisi Menjelang Kenangan

Bismillahirrahmanirrahiim..
Ilmu Pemerintahan 2007 Fisip Unpad, coba cari Irma :p
Alhamdulillah hari ini bisa menulis di blog lagi. Backsound hari ini adalah Project Pop - Ingatlah Hari Ini. Kenapa backsoundnya itu? Karena lagu itu mengandung banyak sekali kenangan bersama kawan-kawan Ilmu Pemerintahan 2007 Fisip Unpad.
"Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti
Kita t'lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
"
Waktu kita semester 1, saat masih menjadi maba (mahasiswa balita) yang lugu, kita menyanyikan lagu ini bareng-bareng satu kelas di depan alumni dan angkatan atas yang lain. Diiringi dengan petikan gitar (entah siapa yang main gitar, lupa), setiap orang bernyanyi dengan membawa lilin satu persatu. Kita menyanyikan lagu ini sebagai suatu persembahan untuk angakatan atas kita, secara maba gitu loh apa-apa juga harus mau. Hehe.. Setelah buka puasa bersama di acara IP Ngariung Deui kita menghariring kuring lah intinya mah. Dengan suara merdu bagai burung berkicau, ceilah, haha..

Bisa dibilang angkatan 2007 itu kompak. Buktinya kemarin tanggal 10 Agustus 2011 kita foto bersama di Jonas dan batal shaum bersama di Alas Daun pun hampir 80 % ikut. Padahal kita sudah berstatus mahasiswa tingkat akhir. Sebentar lagi kami akan menempuh jalan masing-masing, ya jalan masing-masing :)

Kebetulan acara foto bersama dengan dress code edisi Ramadhan (putih) dan batal bersama itu menjadi ajang kumpul-kumpul lagi setelah lama tidak bertemu di ruang kuliah. Tidak ada lagi kuliah bersama kalian kawan, mata kuliah sudah habis dilahap, tinggal skripsi dan khatam dari Ilmu Pemerintahan. Aaaaaahhhhh.. Ingin sesegera mungkin khatam.

Setelah sesi foto, kami pun belingsatan ke Rumah Makan Alas Daun yang ada di Jalan Citarum, deket Pusdai. Kurang lebih setengah jam menunggu adzan Magrib berkumandang di sana. Mungkin ini terakhir kalinya kami buka shaum bersama. Setelah hampir 4 tahun lebih kebersamaan di bangku kuliah dan 4 kali pula mengadakan acara batal bersama. Ingatlah hari ini.. Setelah kenyang menyantap makanan yang sudah dipesan dan shalat Maghrib. Ternyata hari itu ada 2 teman kami yang ulang tahun. Dia adalah Dini dan Agil. Tapi karena kagok, jadi kita rayakan saja semua kawan-kawan yang berulang tahun di bulan Agustus. Ada Leo, Dini, Agil, Nur Imam, Ogen, dan Ope yang berulang tahun bulan ini. Jadi kuenya bagi-bagi yaaaa.. :D

Alas Daun (Si Gueh yang pake kerudung ungu) :D
Kebersamaan yang meriah dan penuh canda tawa. Ahihiwwwww.. Semua dikemas dengan sederhana. Dan akhirnya dua sahabat ranger kami, Leo dan Dini kebanjiran adonan bakwan. Tepung di campur air teh. Ini sih ide usilnya Joni. Hahaha.. Dasar.. Last but not least. Semoga ada waktu lagi untuk berkumpul seperti ini. Sukses kawan-kawan :-*

Ketika pertemuan adalah suatu peraduan atas keakraban, maka perpisahan adalah suatu jeda diantara mereka. Ketika pertemanan adalah suatu alasan, maka kembali berkumpul adalah jawaban atas semua pertanyaan dalam perpisahan ;) -irdevzan-

Galeri Buka Bareng IP'07
Ini ada Yoel, Mario, Ogen, Roby, Black, Reza, Mike, Riky, Rere

Ada siapa aja ni? Rurry, Ucuy, Gigin, Uva, Nevy, Waasil dkk
Klo ini ada Irma, Chandra, Tika, Dini, Munir, Bagus, Dadan
Ryan, Adi.
Hhhhmmm.. Klo ini ada Obay, Dienal, Ope, Dian, Kambing,
Agil, Donny.
Aduh siapa aja ini? Adi, Obreak, Asti, Gigi, Ari, Joni, Asti, Ratu
Yang pada ultah nih (Leo, Ope, Ogen, Dini, Nur Imam, Agil)
Dari kiri ke kanan (Dini, Irma, Leo, Gie, F)
Ahahahahaha.. Yang ulang tahun Leo sm Dini

Senin, Agustus 1

Agustus - Ramadhan - Milad Leo

Ini tanggal 1 Agustus 2011 dan ini tanggal 1 Ramadhan 1432 H. Ini adalah hari pertama kita menjalankan ibadah shaum Ramadhan dan ini adalah hari milad sahabat saya yang pelupa akut, yaitu Leo Nitnut. Hahahahaahahahahahaha.. (padahal pada kenyataannya tidak sama sekali tertawa sepanjang itu, hehe.. sudahlah, abaikan)

Hampir lupa kalo Leo Kripik Kentang sekarang ulang tahun. Mungkin karena pengaruh suasana hari pertama Ramadhan yang tentram. Jadi diingatkan oleh facebook, pantesan banyak yang memberi ucapan selamat ulang tahun di wall dia. Hari gini masih main facebook? Masih, tapi sebagai spy, stalker yang invisible. Hehehehehe.. Upssss.. Langsung saya ambil handphone lalu  saya tuliskan sebuah sms untuk dia yang isinya seperti ini:
"Leo.. Selamat ulang tahun ya. Maaf ga ada kata-kata indah yang menguntai di sms ini. Yang penting selalu ada doa untuk kesuksesan mu cantik. Semoga sisa umurnya bermanfaat :-* "
Singkat, padat dan tidak jelas. Hehehe.. Maklum, handphone baru kena hard reset jadi semua folder sms dari tahun 2007 langsung terhapus begitu saja. Jadi tidak ada simpanan sms-sms indah mengalun kasih yang siap saya forward. Maklum kebiasaan copy paste jadi begini. Tapi saya lebih percaya diri menuliskan sms ini dari pada harus memforward sms orang lain. Cie..ciiieeeeeeee..ciiieeeee :D

Belum ada kado dan belum ada acara traktiran dari Leo. Nah loh? Haha.. Karena ini hari libur menjelang awal Ramadhan jadi teman-teman pun pergi ke kampung halaman masing-masing. Biasanya kami berkumpul di Jatinangor. Tapi sekarang Ranger pun sudah berada di tengah-tengah hangatnya keluarga masing-masing. Kebetulan Leo pun sedang berada di tengah-tengah kubangan lumpur Sidoarjo, eh maksundya sedang ada di Surabaya kemudian kemarin baru saja dari Sidoarjo. Begitulah pemirsa. Jadi kami, para Ranger pun belum sempat mempersiapkan hadiah alakadarnya untuk Leo maupun bentuk surprisenya bagaimana, apalagi belum tahu mau ditraktir dimana. Eh loh? Hehehehe..

Menurut saya apalah sebuah arti perayaan ulang tahun. Kita maknai dengan khidmat dan doa. Semoga di setiap langkah ke depan selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT, dibimbing kearah jalan kebaikan. Oh iya, disetiap saya mengucapkan milad untuk teman-teman pasti selalu ada kata-kata "semoga umur ini bermanfaat untuk semua mahluk di dunia. aamiin..". Tanya kenapa? Karena menurut saja, apalah arti umur panjang jika tidak bisa memberikan manfaat untuk sesama maupun untuk mahluk-mahluk lain ciptaan Allah SWT. Jika kita bermanfaat, maka umur yang kita jalani sekarang akan semakin terasa bermakna untuk diri sendiri, melebihi arti dari panjang umur. Sudah barang tentu dengan bermanfaatnya kita, raga dan jiwa pun akan sehat selalu. Wallahu'alam bishawab. Cheer up everybody. Correct me if I wrong ^_^

Nih dia penampakannya :D
Leonita Si Penakluk Kasur :D