![]() |
| Tangan-tangan persahabatan di Batu Tulis Museum Sribaduga |
"Kalian adalah senyawa yang membumbung tinggi di udara, menjadi awan dan kini turun sebagai hujan. Menyejukkan. Dan aku menyebut kalian sebagai sahabat" (Irma Meracau)
Tak pernah ada habisnya menceritakan tentang sahabat. Pasti semua orang mempunyai sahabat. Setidaknya mempunyai orang yang sangat dekat, bukan saudara, bukan keluarga, maupun pasangan. Itulah sahabat. Kata orang-orang, sahabat itu lebih dari teman. Entahlah, perbedaan yang tegasnya apa. Belum tahu. Namun yang pasti sahabat adalah sesuatu yang indah :)
Sekarang saya akan bercerita kembali mengenai persahabatan. Persahabatan yang lebih dari persahabatan. Apakah itu? Segenggam rasa seperti cinta, cinta yang berbeda tentunya. Menyatu bersama aroma suka, duka, dan tanpa komitmen hati terpaut jauh. Tapi saling melengkapi dalam kesunyian maupun keramaian.
Sekitar 4,5 tahun yang lalu di ospek fakultas, FISIP UNPAD, saya bertemu Leo. Seorang gadis Bogor berwajah arab tapi tidak mengaku mempunyai darah keturunan arab dan kita selalu menjuluki dia sebagai "Mama Baim", karena wajahnya yang agak mirip. Semoga Leo ga ngamuk-ngamuk waktu baca tulisan ini ya Alloh.. Lalu waktu ospek jurusan saya bertemu Dini, seorang gadis Subang yang kata orang-orang mirip Nirina Zubir, ibu saya pun berkata demikian. Pasti ni orang jingkrak-jingkrak klo baca tulisan ini. Kami didekatkan tak sengaja oleh kondisi saat harus mencari bahan ospek jurusan di esok hari. Dari Gang Mawar sampai Ciseke kami menelusuri toko-toko untuk mencari kertas spotlight warna jurusan yang unyu banget. Kemudian saat di ruang kuliah saya bertemu Gie dan F. Dua orang ini memang sulit dipisahkan, waktu itu sering kali kita juluki "ada Gie, ada F". Gie, seorang gadis Cikampek yang memiliki kisah pilu sama ular, waktu itu dia memergoki seekor ular di kamar mandinya, 2 hari 2 malam dia ga mau tidur di kostan gara-gara takut dihantui ular itu. Maaf ya Gie, membuka luka lama mu di sini. Lalu F, seorang mojang Kuningan, waktu pertama kali bertemu, saya melihat dia melahap keju batangan itu tanpa tedeng aling-aling, ga habis pikir kok ada ya orang kayak gitu. Padahal badannya itu kurus loh. Balad Ranger, semua rasa, kenangan dan kebersamaan kita ukir bersama di gerbang UNPAD, di ruang kuliah gedung B, gedung C, gedung D, selasar Mushala, ruang jurusan, PangDam (Pangkalan Damri), Kiara Payung, Ciseke (Kostn Gie & F), Gang Mawar (Kostn Dini), dan tempat-tempat yang tidak bisa disebutkan di sini satu persatu.
Beberapa bulan lagi mungkin kita tidak akan bisa bersama-sama seperti cerita yang pernah dahulu kita lakukan. Sedih, benar-benar sedih. Apakah kalian merasakan hal yang sama? Sesungguhnya saya lebih suka menyebut ini sebagai persaudaraan, ya persahabatan yang lebih dari persahabatan itu kurang lebih seperti ini. Kami baru kenal sekitar 4,5 tahun yang lalu, Dipersatukan dari latar belakang dan sifat berbeda-beda. Seperti kutipan puisi Soe Hok Gie "Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta". Cinta sahabat :)
Oh iya, sudah beberapa bulan ini saya ikut dalam sebuah komunitas blogger. Blog of Friendship, Bloof. Awalnya saya tidak tahu kalo di dunia ini ada komunitas seperti itu. Saya sudah menjadi blogger dari tahun 2009, namun tidak pernah aktif. Hanya sekedar membuat akun, edit tampilan dan tulisan pertama saya di tahun 2009 hanya satu. Kemudian baru awal-awal tahun 2010 saya mulai aktif kembali di blog, hanya menulis cerita seperti layaknya diary, pengunjung pun hanya sedikit. Alhamdulillah banget klo ada yang berkomentar. Kebanyakan tulisan saya waktu itu hanya meracau. Dan sekitar bulan Juni, saya mendapat sebuah komentar dari kang Andy. Isinya sebuah ajakan untuk masuk Bloof. Lama sekali saya berpikir untuk masuk group ini.
Maklum, saya tidak terbiasa ikut forum-forum dunia maya di facebook maupun di jejaring sosial lainnya. Tapi ada sebuah rasa keingintahuan yang besar hingga saya pun memberanikan diri untuk mengklik tulisan "ask to join" di Bloof. Alhamdulillah diterima oleh admin, saya lupa waktu itu saja jadi member keberapa. Lama kelamaan saya merasakan sesuatu yang berbeda di Bloof, orang-orangnya ramah. Saling memberi saran, klo punya ilmu langsung di-sharing. Kenyamanan ini bertambah ketika saya merasakan sebuah "persahabatan yang lebih dari persahabatan". Seperti slogan Bloof selama ini. Semakin hari semakin rajin menulis di blog dengan tulisan yang diusahakan memberikan manfaat untuk orang lain. Bukan hanya sekedar kata kosong dari hati yang tak bisa berkata. Banyak hal bermanfaat mengenai hidup yang saya dapatkan dari sahabat-sahabat Bloof.
Saya akan menulis lebih lanjut tentang Bloof di postingan yang lain. Karena banyak cerita indah dari Bloof yang layak untuk diperbincangkan. Tulisan ini saya tujukan dalam ajang belajar se-SEO-an yang diadakan Kang Yuday. Dan taukah kawan, saya sudah tersesat di jalan yang indah bersama Bloof. Bagi sahabat Bloof yang belum disebutkan namanya, akan saya ceritakan lebih lanjut dipostingan nanti. Tunggu saja.
![]() |
| Komentar ajakan dari Kang Andy, dan saya tersihir untuk mengikutinya :D |
Saya akan menulis lebih lanjut tentang Bloof di postingan yang lain. Karena banyak cerita indah dari Bloof yang layak untuk diperbincangkan. Tulisan ini saya tujukan dalam ajang belajar se-SEO-an yang diadakan Kang Yuday. Dan taukah kawan, saya sudah tersesat di jalan yang indah bersama Bloof. Bagi sahabat Bloof yang belum disebutkan namanya, akan saya ceritakan lebih lanjut dipostingan nanti. Tunggu saja.
Don't make friends who are comfortable to be with. Make friends who will force you to lever yourself up. -Thomas J. Watson-



0 komentar:
Posting Komentar