
#002
---
sepi telah mengundangku pada matahari di balik candi.
tidak terdengar musik indah selain
langkah orang-orang berserah di antara angin
pepohonan dan tanah kesaksian.
menyusun batu menjadi sepasang bintang.
lotus besar.
kaki candi yang masih tertanam.
metreya yang sembunyi.
dan danau pelindung, mega pelindung.
rinduku berasal dari pertengahan yang sepi.
menjadi potret hujan di antara suaramu,
di bentara jejaring kata,
di jentera cakrawala,
mandala, seperti manusia yang selalu
menerjemahkan-diri di antara kerumunan,
di semesta dan reinkarnasi.
menjangkau nibbama dan seribu batu.
aku datangi lagi sepi dalam meditasi.
aku panggil kau dari pelataran taman candi.
sebab aku pernah rindukan rindumu.
memanggilmu dari tempat itu.
dua kelingking berkait.
batu dan nyawa bersaksi
jantung sepasang hentikan denyut
atas debar yang memanggilmu dari seribu gambar
yang aku buat: untukmu.
---
sepi telah mengundangku pada matahari di balik candi.
tidak terdengar musik indah selain
langkah orang-orang berserah di antara angin
pepohonan dan tanah kesaksian.
menyusun batu menjadi sepasang bintang.
lotus besar.
kaki candi yang masih tertanam.
metreya yang sembunyi.
dan danau pelindung, mega pelindung.
rinduku berasal dari pertengahan yang sepi.
menjadi potret hujan di antara suaramu,
di bentara jejaring kata,
di jentera cakrawala,
mandala, seperti manusia yang selalu
menerjemahkan-diri di antara kerumunan,
di semesta dan reinkarnasi.
menjangkau nibbama dan seribu batu.
aku datangi lagi sepi dalam meditasi.
aku panggil kau dari pelataran taman candi.
sebab aku pernah rindukan rindumu.
memanggilmu dari tempat itu.
dua kelingking berkait.
batu dan nyawa bersaksi
jantung sepasang hentikan denyut
atas debar yang memanggilmu dari seribu gambar
yang aku buat: untukmu.
---
2:41 PM 7/1/2011
day milovich,,
---
image: sandy.wijaya
teks: day milovich,,
tag: puisi, sastra facebook, menulis puisi, kumpulan puisi
---
*) Puisi #002 Day Milovich, dari Kumpulan Puisi ke-9 Sleepwalker 80, (c) 2011.
0 komentar:
Posting Komentar