
#001
---
di sepanjang jalan bersilangan
hujan bertukar musim dengan bencana.
pantai kehabisan garam.
perahu merapat ditepikan badai timur.
cakrawala selalu menelan matahari di senjamu.
mega dan senja telah menjadi keranda kenangan harian.
melebur kata dan pelukan, [se]dalam diam.
di sepanjang jalan bersilangan
anak-anak sekolah telah siap menjadi pengungsi,
bernyanyi bersama di bangku, jalanan, dan kamar.
jalanan mengajarkan kesetiaan dan tembang pedang.
mereka pergi dari kampung sendiri untuk menjadi
jeruji perputaran produksi di sebalik siklus angka
yang dituliskan di antara koran dan serikat pekerja.
di sepanjang jalan bersilangan,
kota ini kian kehabisan makian dan menunggu perubahan,
dari sejarah yang terus diandaikan,
tumpah-darah yang dikekalkan dalam pertikaian.
tentang jawa atau bukan.
tentang sabdopalon dan soekarno.
tentang en o dan es i merah.
tentang ramalan dan pikiran.
tentang angka dan diksi yang berkejaran.
tentang pengangguran dan bekerja.
tentang kanak-kanak yang mati
bersilangan di jalan.
tentang kanak-kanak yang mencabuti duri
dari rahim pertiwi.
apalagi yang harus aku kabarkan,
selain keselamatan dan harapan,
aku selalu mengajakmu
meraut lagi akar,
menempa lagi besi,
menyaring lagi alir air,
menakar lagi tanah,
menebar lagi udara.
di sepanjang jalan bersilangan,
bau kamboja di antara dahan jati.
aku mengabarkan pesan untukmu.
kelak anak kita berburu di hutan,
berkejaran di derai hujan,
menanam di atas tuah tanah,
dan menjala ikan yang masih mau berkorban.
mari menjadikan anak-anak itu
: raja di rumahnya sendiri.
di sepanjang jalan bersilangan
sesudah berita begitu kabur,
jangan kaburkan dirimu,
aku pergi ke kotamu, sebab itulah
satu-satunya cara agar aku tak terus mengeja[r]mu.
mendatangi bencana yang terus menunggu,
meremuknya selumat batu.
---
di sepanjang jalan bersilangan
hujan bertukar musim dengan bencana.
pantai kehabisan garam.
perahu merapat ditepikan badai timur.
cakrawala selalu menelan matahari di senjamu.
mega dan senja telah menjadi keranda kenangan harian.
melebur kata dan pelukan, [se]dalam diam.
di sepanjang jalan bersilangan
anak-anak sekolah telah siap menjadi pengungsi,
bernyanyi bersama di bangku, jalanan, dan kamar.
jalanan mengajarkan kesetiaan dan tembang pedang.
mereka pergi dari kampung sendiri untuk menjadi
jeruji perputaran produksi di sebalik siklus angka
yang dituliskan di antara koran dan serikat pekerja.
di sepanjang jalan bersilangan,
kota ini kian kehabisan makian dan menunggu perubahan,
dari sejarah yang terus diandaikan,
tumpah-darah yang dikekalkan dalam pertikaian.
tentang jawa atau bukan.
tentang sabdopalon dan soekarno.
tentang en o dan es i merah.
tentang ramalan dan pikiran.
tentang angka dan diksi yang berkejaran.
tentang pengangguran dan bekerja.
tentang kanak-kanak yang mati
bersilangan di jalan.
tentang kanak-kanak yang mencabuti duri
dari rahim pertiwi.
apalagi yang harus aku kabarkan,
selain keselamatan dan harapan,
aku selalu mengajakmu
meraut lagi akar,
menempa lagi besi,
menyaring lagi alir air,
menakar lagi tanah,
menebar lagi udara.
di sepanjang jalan bersilangan,
bau kamboja di antara dahan jati.
aku mengabarkan pesan untukmu.
kelak anak kita berburu di hutan,
berkejaran di derai hujan,
menanam di atas tuah tanah,
dan menjala ikan yang masih mau berkorban.
mari menjadikan anak-anak itu
: raja di rumahnya sendiri.
di sepanjang jalan bersilangan
sesudah berita begitu kabur,
jangan kaburkan dirimu,
aku pergi ke kotamu, sebab itulah
satu-satunya cara agar aku tak terus mengeja[r]mu.
mendatangi bencana yang terus menunggu,
meremuknya selumat batu.
---
4:27 PM 6/30/2011
day milovich,,
image credit: ambitheatre
teks: day milovich,,
tag: puisi, sastra facebook, menulis puisi, kumpulan puisi
*) Puisi #001 Day Milovich, dari Kumpulan Puisi ke-9 Sleepwalker 80, (c) 2011.
0 komentar:
Posting Komentar