
#003
---
ada jejak air mata dan warna mawar di pipi. tangis dan doa, terpisah satu sentuh. tak ada bayang terbentuk di sudut ruang. sore bercadar merah. tepi sepi. kau-aku tak bersaksi atas matahari tenggelam. dalam cengkeram awan, segala pandang masih terang. nadi dan jantung tak lagi terhubung [dengan] kata di bibir, tak senyap dari senyum. tak terhitung berapa kali aku cemburu pada arah senyum itu berpaling. menjadi kematian kecil. aku menyangkal segala yang bukan-wujud, segala yang tak kurasakan sendiri. sang kala menelan kejadian, menjadi pergi dan kembali. merencanakan pertemuan, menuntaskan perjanjian. kalau nanti kau terbangun tepat di lengkung sabit bulan, tidak ada lagi pilihan selain: terbang!
---
ada jejak air mata dan warna mawar di pipi. tangis dan doa, terpisah satu sentuh. tak ada bayang terbentuk di sudut ruang. sore bercadar merah. tepi sepi. kau-aku tak bersaksi atas matahari tenggelam. dalam cengkeram awan, segala pandang masih terang. nadi dan jantung tak lagi terhubung [dengan] kata di bibir, tak senyap dari senyum. tak terhitung berapa kali aku cemburu pada arah senyum itu berpaling. menjadi kematian kecil. aku menyangkal segala yang bukan-wujud, segala yang tak kurasakan sendiri. sang kala menelan kejadian, menjadi pergi dan kembali. merencanakan pertemuan, menuntaskan perjanjian. kalau nanti kau terbangun tepat di lengkung sabit bulan, tidak ada lagi pilihan selain: terbang!
tag: puisi, sastra facebook, menulis puisi, kumpulan puisi
---
*) Puisi #003 Day Milovich, dari Kumpulan Puisi ke-9 Sleepwalker 80, (c) 2011.
0 komentar:
Posting Komentar