Pages

Rabu, Juni 29

Pendidikan di Era Globalisasi

Era globalisasi merupakan suatu kondisi yang memperlihatkan bahwa dunia sudah semakin mengecil. Kita tidak akan lagi bisa menyembunyikan  kebobrokan atau keadaan yang buruk dari suatu Negara. Hal itu kemungkinan terjadi berkat keajuan teknik informatika. Di dalam konteks informatisasi,dunia ini sudah menjadi satu,tidak ada lagi kotak-kotak yang membatasi wilayah satu dengan yang lainya. Istilah lainya yaitu dunia adalah satu tempat yang tunggal tanpa batas (borderless world and only one earth). Globalisasi ini
memungkinkan untuk menjadi sebuah proses interaktif yang mengmbangkan suatu kebudhayaan di dunia yang sama sehingga akan memunculkan suatu kebudhayaan atau peradaban universal.
Rakyat Indonesia , khususnya para pelaku bisnis belum memahami konsep AFTA 2003 yang berarti bahwa Negara-negara di kawasan Asia Tenggara atau Negara-negara anggota ASEAN telah melakukan suatu kesepakatan bersama untuk melaksanakan program pasar bebas ASEAN pada tahun 2003. Format pasar bebas mampu kebijakakan pemerintah tentang itu pun belum pernah disosialisasikam kepada para pelaku bisnis.
Keijakan pemerintah dibidang pendidikan tinggi belum mengarah pada suatu system yang mantap dan professional.suatu sisi upaya untuk menjawab tantangan global sebagai sebuah keniscayaan, disisi lainnya,hal itu dianggap sebagai sebuah upaya untuk mematikan pendidikan tinggi suasta atau negeri tertentu yang ada di Indonesia ini cendrung tambal salam (incremental)
Jimlah penduduk cukup besar,ditambah dengan usia serta pengalaman dalam bekerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Indonesia sudah sepatutnya menjadi tempat bagi kalangan muda ASEAN datang menjadi calon mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia.
Peluang-peluang yang ada cukup besar bagi para akademisi untuk mendapatkan gelar yang lebih tinngi di luarnegeri, tetapi sayang hal ini tidak dapat di ambil. Hal itu ternyata hanya di sebabkan oleh kemampuanberbahasa inggris yang tidak memadai
Tantangan yang ada didepan mata kita adalah bagaimana mengembalikan kemajuan yang pernah di buat oleh pemerintahan Orde baru, terutama kemampuan untuk mempertahankan tingkat perumbuhan ekonomi sampai 7-8 persen. Dengan tingkat pertumbuhan tersebut, insya Allah peluang-peluang yang ada serta berbagai hambatan yang muncul dapat diatasi dan di ambil

0 komentar: