Pages

Minggu, Oktober 9

Hakikat Belajar


BAB I
PENDAHULUAN

            Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, ketrampilan, dan sikap. Belajar dimulai sejak manusia lahir sampai akhir hayat.
Kemampuan manusia untuk belajar merupakan karakteristik penting yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Belajar mempunyai keuntungan, baik bagi individu maupun bagi masyarakat. Bagi individu, kemampuan untuk belajar secara terus-menerus akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kualitas hidupnya. Sedangkan bagi masyarakat, belajar mempunyai peran yang penting dalam mentransmisikan budaya dan pengetahuan dari generasi ke generasi (Bell-Gredler, 1986).
Belajar tidak hanya dipahami sebagai aktivitas yang dilakukan oleh pelajar saja. Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman.
Dengan demikian, belajar dapat membawa peubahan bagi si pelaku, baik perubahan pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Dengan perubahan-perubahan tersebut, tentunya si pelaku juga akan terbantu dalam memecahkan permasalahan hidup dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.










BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Belajar
            Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologis belajar memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah sebuah kegiata untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyai sebelumnya. Sehingga dengan belajar itu manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu (Fudyartanto, 2002).
            Definisi etimologis di atas mungkin sangat singkat dan sederhana, sehingga masih diperlukan penjelasan terminologis mengenai definisi belajar yang lebih mendalam. Dalam hal ini, banyak ahli yang mengemukakan pengertian belajar. Salah satu diantaranya adalah (Soekamto & Winataputra, 1997) belajar merupakan proses yang dapat menyebabkan perubahan tingkah laku disebabkan adanya reaksi terhadap suatu situasi tertentu atau adanya proses internal yang terjadi di dalam diri seseorang. Perubahan ini tidak terjadi karena adanya warisan genetic atau respons secara ilmiah, kedewasaan atau keadaan organism yang bersifat temporer , seperti kelelahan, pengaruh obat-obatan, rasa takut, dan sebagainya. Melainkan perubahan dalam pemahaman, perilaku, persepsi, motivasi, atau gabungan dari semuanya.
            Belajar adalah perubahan perilaku yang relative permanen sebagai hasil pengalaman (bukan hasil perkembangan, pengaruh obat, atau kecelakaan) dan bisa melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengomunikasikannya kepada orang lain.
            Sedangkan menurut Hilgrad dan Bower (Fudyartanto, 2002), belajar (to learn) memiliki arti : 1) to gain knowledge, comprehension, or mastery of trough experience of study,  2) to fix in the mind or memory, memorize, 3) to acquire trough experience, 4) to become informe of to find out. Menurut deifinisi tersebut, belajar memiliki pengertian memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan informasi atau menemukan.
            Menurut Cronbach (1954) “Belajar yang terbaik adalah melalui pengalaman. Dengan pengalaman tersebut pelajar menggunakan seluruh pancaindranya.”
            Belajar adalah suatu proses dari dalam, ada suatu kecenderungan untuk memandang pendidikan sebagai informasi yang ditransmisikan dan melihat belajar sebagai suatu proses intelektual dalam menyimpan fakta-fakta. Asumsi yang tersembunyi dari kecenderungan pendapat ini adalah bahwa belajar dipandang sebagai suatu proses yang bersifat eksternal dalam arti peserta didik belajar terutama ditentukan oleh kekuatan-kekuatan dari luar seperti guru yang terampil, bahan bacaan yang baik dan sejenisnya.
            Pandangan yang bersifat tradisional diatas tidak seluruhnya benar. Pandangan baru mengemukakan bahwa belajar merupakan suatu proses dari dalam yang dikontrol langsung oleh peserta sendiri serta melibatkan dirinya, termasuk fungsi intelek, emosi dan fisiknya. Belajar secara psikologik dipandang sebagai suatu proses pemenuhan kebutuhan dan tujuan. Ini berarti bahwa peserta merasakan adanya kebutuhan untuk belajar dan melihat tujuan pribadi akan dapat tercapai dengan batuan belajar.

B.     Ciri-Ciri Belajar
Ada beberapa ciri belajar, yaitu :
1.      Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change behavior). Ini berarti, bahwa hasil dari belajar hanya dapat diamati dari tingkah laku, yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil. Tanpa mengamati tingkah laku hasil belajar, kita tidak akan dapat mengetahui ada tidaknya hasil belajar.
2.      Perubahan perilaku relative permanent. Ini berarti, bahwa perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan tetap atau tidak berubah-ubah. Tetapi, perubahan tingkah laku tersebut tidak akan terpancang seumur hidup.
3.      Perubahan tingkah laku tidak harus dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial.
4.      Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.
5.      Pengalaman atau latihan itu dapat member penguatan. Sesuatu yang memperkuat itu akan memberikan semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku.

C.    Bagaimana Belajar Berlangsung
1.      Mencontoh orang lain
2.      Pengalaman membaca
3.      Mendengar, mengamati, meneliti
4.      Berdiskusi
5.      Merespon setiap stimulus
6.      Memanfaatkan sumber belajar
7.      Dapat dilakukan tanpa intense/maksud
8.      Melalui pendidikan formal/informal/nonformal
9.      Mengikuti program-program pendidikan

Proses Belajar dan Faktor-Faktor yang memengaruhi
            Proses belajar adalah serangkaian aktivitas yang terjadi pada pusat saraf individu yang belajar. Proses belajar terjadi secara abstrak, karena terjadi secara mental dan tidak dapat diamati. Oleh karena itu, proses belajar hanya dapat diamati jika ada perubahan perilaku dari seseorang yang berbeda dengan sebelumnya.
            Menurut Gagne (Winkel, 2007), proses belajar, terutama belajar yang terjadi di sekolah, itu melalui tahap-tahap atau fase-fase, motivasi, konsentrasi, mengolah, menggali 1, menggali 2, prestasi, dan 3, umpan balik.
            Secara umum faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar dibedakan atas dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut saling memengaruhi dalam proses belajar individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.
a.       Faktor Internal
adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan psikologis.
b.      Faktor-faktor eksogen/eksternal
selain karakteristik siswa atau faktor-faktor endogen, faktor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. Dalam hal ini, Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang memengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor lingkungan social dan faktor lingkungan nonsosial.

D.    Mengapa Manusia Perlu Belajar
Manusia adalah mahluk yang sempurna yang dikaruniai akal. Manusia adalah mahluk hidup dan mahluk sosial. Manusia selalu berinteraksi dengan manusia lainnya. Manusia membutuhkan manusia yang lainnya.
John Dewey (Democracy and Education, (New York : Free Press, 1966), h.1-5) menyebut belajar sebagai salah satu kebutuhan hidup ( a necessity of life) salah satu fungsi social (a social fungction), sebagai bimbingan (as direction), sebagai sarana pertumbuhan ( as means of growth) yang mempersiapkan dan membukakanan serta membentuk disiplin hidup. Jadi manusia harus belajar karena kebutuhan untuk hidup.
Manusia adalah mahluk Tuhan. Di dalam pandangan Islam, belajar atau secara umumnya pendidikan merupakan kegiatan yang diwajibkan bagi setiap muslim, baik pria maupun wanita. Pendidikan juga berlangsung seumur hidup, tidak mengenal batas usia. Kedudukan tersebut menempatkan pendidikan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Al Qur’an yang merupakan sumber ajaran pertama dalam Islam mengajarkan akan pentingnya belajar, hal ini terbukti dengan ayat pertama yang di terima Rasulallah SAW yang berbunyi iqra (bacalah). Secara tersirat bahwa Allah SWT memerintahkan manusia (Rasul) untuk belajar.
Hadits Nabi merupakan sumber ajaran Islam yang kedua setelah Al Qur’an. Hadits Nabi, sebagaimana Al Qur’an menjadi pedoman hidup (way of life) bagi umat Islam .
Di dalam satu hadits Nabi bersabda :
“Tuntutlah oleh kalian akan ilmu pengetahuan, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shodaqoh. Sesungguhnya ilmu itu akan menempatkan pemiliknya pada kedudukan tinggi lagi mulia. Ilmu adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan akhirat.” (HR. Ar Rabii’).

Hadits lainnya :

عن أبي سعيد الخدري قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : طلب العلم فريضة على كل مسلم

Artinya : Hadits dari Abi Sa'id al-Khudri, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap muslim". Muhammad bin Salamah bin Ja'far Abu Ja'far Abu 'Abdillah, al-Fidha'I, Musnad asy-Syihab, juz I, (Berut, Muassah ar-Risalah, t.th), h. 137.
Hadits Nabi terdiri dari tiga bentuk, hadits yaitu perkataan Nabi yang dalam bentuk perkataan Nabi, hadits dalam bentuk perbuatan Nabi, dan hadits yang merupakan persetujuan Nabi terhadap sesuatu hal. Muhammad 'Ajjaj al-Khatib, Ushul al-Hadits Ulumuhu wa Musthalahuh, (Beirut: Dar al-Fikr, 1989), h. 17
Untuk menjadi manusia yang sempurna dengan mengoptimalkan anugrahnya yaitu akal, yang didalam prosesnya dianugrahkan pula perasaan yang mendorong munculnya rasa ingin tahu akan sesuatu itu.
Pada umumnya manusia memerlukan figur (uswah hasanah) yang dapat membimbingnya ke arah kebenaran. Untuk memenuhi keinginan tersebut, Allah mengutus Muhammad SAW menjadi tauladan bagi manusia. Firman Allah: " Di dalam diri Rasulullah itu kamu bisa menemukan teladan yang baik…" (QS. Al-Ahzab : 21)
Di dalam Al Qur’an manusia diturunkan oleh Allah S.W.T di muka bumi ini untuk dijadikan sebagai khalifah yang mengatur segala urusan di dalamnya. Untuk bisa menjalankan fungsinya tersebut, manusia membutuhkan ilmu, maka untuk mendapatkan ilmu haruslah melalui sebuah proses yaitu belajar.
Rosul pernah bersabda “barang siapa menginginkan dunia maka ia akan mendapatkannya dengan ilmu, barang siapa menginginkan akhirat maka ia akan mendapatkannya dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan keduanya maka ia akan mendapatkannya dengan ilmu.”
Dari penggalan ayat dan hadits diatas bahwa jelaslah pentingnya menuntut ilmu (belajar) dalam pandangan Islam, bahkan Allah SWT menjamin akan mengangkat martabat atau peradaban dari manusia yang memiliki ilmu tentunya melalui proses belajar.
Allah SWT berfirman :
“Allah niscaya mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mereka yang berilmu pengetahuan bertingkat derajat. Dan Allah Maha mengetahui terhadap apa yang kamu lakukan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
Dari kajian diatas maka dapat disimpulkan kenapa Manusia harus belajar?
Karena :
1. Kewajiban sebagai Mahluk Tuhan YME.
2. Kebutuhan untuk hidup (penyelesaian masalah-masalah kehidupan)
3. Meningkatkan martabat dan peradaban menuju yang lebih maju








BAB III
PENUTUP

1.      Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, ketrampilan, dan sikap. Belajar dimulai sejak manusia lahir sampai akhir hayat.
2.      Ciri-Ciri Belajar :
a.       Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change behavior).
b.      Perubahan perilaku relative permanent.
c.       Perubahan perilaku tersebut bersifat potensial.
d.      Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.
e.       Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan.
3.      Proses belajar terjadi secara abstrak, karena terjadi secara mental dan tidak dapat diamati. Oleh karena itu, proses belajar hanya dapat diamati jika ada perubahan perilaku dari seseorang yang berbeda dengan sebelumnya.
4.      Secara umum faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar dibedakan atas dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut saling memengaruhi dalam proses belajar individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.
5.      kenapa Manusia harus belajar? Karena :
a. Kewajiban sebagai Mahluk Tuhan YME.
b. Kebutuhan untuk hidup (penyelesaian masalah-masalah kehidupan)
c. Meningkatkan martabat dan peradaban menuju yang lebih maju








Soal dan Jawaban

1.      Belajar memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Pengertian belajar tersebut adalah pengertian secara ?
a.       Etimologis                                    c. Sosiologis
b.      Terminologis                                 d. Logika
2.      Proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, ketrampilan, dan sikap adalah pengertian ?
a.       Prestasi                                          c. Hasil
b.      Belajar                                          d. Bermain
3.       “Belajar yang terbaik adalah melalui pengalaman. Dengan pengalaman tersebut pelajar menggunakan seluruh pancaindranya.” Menurut siapakah pendapat tersebut?
a.       Fudyantarto                                  c. Cronbach
b.      Winkel                                           d. Soekamto
4.      Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change behavior). Hal tersebut adalah salah satu dari ?
a.       Proses belajar                                c. Bagaimana belajar
b.      Fungsi belajar                                d. Ciri-ciri belajar
5.      Perubahan tingkah laku tidak harus dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat ?
a.       Potensial                                       c. Positive
b.      Negatif                                          d. Permanent
6.      Mencontoh orang lain, Pengalaman membaca, Mendengar, mengamati, meneliti, Berdiskusi, Bercanda. Yang tidak termasuk bagaimana belajar berlangsung adalah ?
a.       Berdiskusi                                     c. Pengalaman membaca
b.      Bercanda                                      d. Mendengar, mengamati, meneliti



7.      Serangkaian aktivitas yang terjadi pada pusat saraf individu yang belajar. Adalah pengertian dari ?
a.       Belajar                                           c. Proses belajar
b.      Bermain                                         d. Proses bermain
8.      Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor ini meliputi faktor fisiologis dan psikologis. Faktor tersebut adalah ?
a.       Faktor Eksternal                            c. Faktor Input
b.      Faktor Output                               d. Faktor Internal
9.   1. Bosan hidup           
2. Kewajiban sebagai Mahluk Tuhan YME.
3. Kebutuhan untuk hidup (penyelesaian masalah-masalah kehidupan)
4. Meningkatkan martabat dan peradaban menuju yang lebih maju
Dari pernyataan diatas yang tidak termasuk alasan kenapa manusia belajar adalah?
a.       1                                                    c. 3
b.      2                                                    d. 4
10.  Proses belajar, terutama belajar yang terjadi di sekolah, itu melalui tahap-tahap atau fase-fase, motivasi, konsentrasi, mengolah, menggali 1, menggali 2, prestasi, dan 3, umpan balik. Pendapat tersebut dikemukakan oleh?
a.       Fudyantarto                                  c. Cronbach
b.      Gagne (winkel)                            d. Soekamto








DAFTAR PUSTAKA

Arif, Zainudin. Andragogi. Angkasa. Bandung. 1994.
Baharuddin dan Nur Wahyuni Eka. Teori Belajar dan Pembelajaran. Ar-Ruzz            Media. Jogjakarta, 2008.
Bell-Gredler, Margaret E. Learning and Instruction: Theory into Practice. Macmillan Publishing Companya. New York. 1986.
Cronbach, I.J. Educational Psychology. Harcourt, Brace and World. New York. 1954.
Fudyartanto. Ki RBS. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.  Global Pustaka Lima. Jogjakarta. 2002.
http://gungunahmadgunari.blogspot.com/2011/06/apa-belajar-dan-mengapa-manusia-harus.html
Pidarta, Made. Landasan Kependidikan. Rineka Cipta. Jakarta. 2007.
Syah, Muhibbin. Psikologi Belajar. Rajawali Press. Jakarta. 2003.
Winkel, WS. Psikologi Pengajaran. Media Abadi. Jogjakarta. 2007.

0 komentar: