Pages

Rabu, Maret 30

Puisi Cinta Kahlil Gibran




Kumpulan Puisi Cinta Kahlil Gibran - Kahlil Gibran adalah seorang seniman besar yang terkenal dengan puisi - puisi cintanya yang fenomenal, Dia lahir di Lebanon 6 januari 1883 dan meninggal di New York City pada tanggal 10 april 1931. 
Untuk dapat mengetahui profil serta perjalanan hidun khalil Gibran, bisa dilihat disini.


Berikut ini adalah kumpula Puisi Cinta karya Kahlil Gibran yang sangat terkenal yang saya kumpulkan bari berbagai sumber sebagai koleksi pribadi dan bahan renungan buat kita untuk mengetahui arti sebuah cinta yang tertuang dalam sebuah puisi....
   

kumpulan puisi cinta kahlil gibran


Cinta Yang Agung


Adalah ketika kamu menitikkan air mata

dan MASIH peduli terhadapnya..

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH

menunggunya dengan setia..

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain

dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku

turut berbahagia untukmu’



Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya

dan terbang ke alam bebas LAGI ..

Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan

kehilangannya..

tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati

bersamanya…



Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu

menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika

mereka jatuh





Aku Bicara Perihal Cinta ????…



Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,

Walau jalannya sukar dan curam.

Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.

Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.

Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.

Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia

kan menyalibmu.



Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.



Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.

Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.

Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.



Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.

Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.

Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.

Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;

Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.



Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.



Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.



Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.



Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.



Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.

Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.



Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.



Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.



Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.



Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.

Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;

Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.

Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;



Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;



Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.



Cinta (I)



Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.

Dan dia mengangkatkan kepalanya

dan memandang ke arah kumpulan manusia itu,

dan keheningan menguasai mereka.



Dan dengan suara lantang dia berkata:

Pabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,

Walau jalannya sukar dan curam.

Dan pabila sayapnya memelukmu menyerahlah kepadanya.

Walau pedang tersembunyi di antara hujung-hujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia berbicara padamu percayalah padanya.



Walau suaranya bisa menggetar mimpi-mimpimu

bagai angin utara membinasakan taman.

Kerana sebagaimana cinta memahkotai engkau,

demikian pula dia akan menghukummu.



Sebagaimana dia ada untuk menyuburkanmu,

demikian pula dia ada untuk mencantasmu.

Sebagaimana dia mendaki ke puncakmu

dan membelai mesra ranting-ranting lembutmu

yang bergetar dalam cahaya matahari.



Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu

dan menggegarkannya di dalam pautanmu pada bumi.

Laksana selonggok jagung dia menghimpun engkau pada dirinya.

Dia menghempuk engkau hingga kau telanjang

Dia mengasing-asingkan kau demi membebaskan engkau dari kulitmu.



Dia menggosok-gosok engkau sampai putih bersih.

Dia meramas engkau hingga kau menjadi lembut;

Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya

sehingga engkau bisa menjadi hidangan suci untuk pesta kudus Tuhan.

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,

supaya bisa kau fahami rahsia hatimu,

dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.



Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian

dan kenikmatan cinta.

Maka lebih baiklah bagimu untuk menutupi tubuhmu

dan melangkah keluar dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kau dapat tertawa,

tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis,

tapi tak sehabis semua airmatamu.



Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri

dan tiada mengambil apa-apa pun kecuali dari dirinya sendiri.

Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki;

Kerana cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata,

"Tuhan ada di dalam hatiku," tapi sebaliknya,

"Aku berada di dalam hati Tuhan."

Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,

sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.



Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.

Namun pabila kau mencintai dan memerlukan keghairahan,

biarlah ini menjadi keghairahanmu:

Luluhkan dirimu dan mengalirlah bagaikan anak sungai,

yang menyanyikan alunannnya bagai sang malam.



Kenalilah penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.

Rasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tentang cinta;

Dan menitiskan darah dengan ikhlas dan gembira.



Terjaga di kala fajar dengan hati berawangan

dan mensyukuri hari baru penuh cahaya kasih;

Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;

Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

Dan kemudian tidur bersama doa bagi kekasih

didalam hatimu dan sekuntum nyanyian puji-pujian pada bibirmu.



Cinta (II)



Mereka berkata tentang serigala dan tikus

Minum di sungai yang sama

Di mana singa melepas dahaga

Mereka berkata tentang helang dan hering



Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama

Dan berdamai - di antara satu sama lain,

Dalam kehadiran bangkai - bangkai mati itu

Oh Cinta, yang tangan lembutnya mengekang keinginanku



Meluapkan rasa lapar dan dahaga akan maruah dan kebanggaan,

Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku

Memakan roti dan meminum anggur



Menggoda diriku yang lemah ini Biarkan rasa lapar menggigitku,

Biarkan rasa haus membakarku, Biarkan aku mati dan binasa,

Sebelum kuangkat tanganku Untuk cangkir yang tidak kau isi,

Dan mangkuk yang tidak kau berkati



Cinta (III)



Kemarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat

dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ

tentang misteri dan kesucian cinta.



Seorang lelaki setengah baya menghampiri, tubuhnya rapuh wajahnya gelap.

Sambil mengeluh dia berkata,

"Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah,

aku mewarisinya dari Manusia Pertama."



Seorang pemuda dengan tubuh kuat dan besar menghampiri.

Dengan suara bagai menyanyi dia berkata,

"Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dariku,

yang rnenghubungkan masa sekarang dengan generasi masa lalu

dan generasi yang akan datang."



Seorang wanita dengan wajah melankolis menghampiri

dan sambil mendesah, dia berkata,"

"Cinta adalah racun pembunuh,

ular hitam berbisa yang menderita di neraka,

terbang melayang dan berputar-putar menembusi langit

sampai ia jatuh tertutup embun,

ia hanya akan diminum oleh roh-roh yang haus.

Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat,

diam selama satu tahun dan mati untuk selamanya."



Seorang gadis dengan pipi kemerahan menghampiri

dan dengan tersenyum dia berkata,

"Cinta itu laksana air pancuran yang digunakan roh pengantin

sebagai siraman ke dalam roh orang-orang yg kuat,

membuat mereka bangkit dalam doa di antara bintang-bintang di malam hari

dan senandung pujian di depan matahari di siang hari."



Setelah itu seorang lelaki menghampiri.

Bajunya hitam, janggutnya panjang dengan dahi berkerut, dia berkata,

"Cinta adalah ketidakpedulian yang buta.

la bermula dari hujung masa muda dan berakhir pada pangkal masa muda."



Seorang lelaki tampan dengan wajah bersinar dan dengan bahagia berkata,

"Cinta adalah pengetahuan syurgawi yang menyalakan mata kita.

Ia menunjukkan segala sesuatu kepada kita seperti para dewa melihatnya."



Seorang bermata buta menghampiri,

sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah

dan dia kemudian berkata sambil menangis,

"Cinta adalah kabus tebal yang menyelubungi gambaran sesuatu darinya

atau yang membuatnya hanya melihat hantu dari nafsunya yang berkelana

diantara batu karang, tuli terhadap suara-suara dari tangisnya sendiri

yang bergema di lembah-lembah."



Seorang pemuda, dengan membawa sebuah gitar menghampiri dan menyanyi,

"Cinta adalah cahaya ghaib yang bersinar dari kedalaman kehidupan

yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya.

Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah perarakan yang berjalan

melewati padang rumput hijau.

Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah yang diangkat

dari kesedaran dan kesedaran."



Seorang lelaki dengan badan bongkok

dan kakinya bengkok bagai potongan-potongan kain menghampiri.

Dengan suara bergetar, dia berkata,

"Cinta adalah istirahat panjang bagi raga di dalam kesunyian makam,

kedamaian bagi jiwa dalam kedalaman keabadian."



Seorang anak kecil berumur lima tahun menghampiri

dan sambil tertawa dia berkata,

"Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku.

Hanya ayah dan ibuku yang mengerti tentang cinta.

"Waktu terus berjalan. Manusia terus-menerus melewati rumah ibadat.



Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri tentang cinta.

Semua menyatakan harapan-harapannya

dan mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya.



Nyanyian Sukma



Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata

sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,

Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit

ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,

dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.



Betapa dapat aku mendesahkannya?

Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana

Kepada siapa aku akan menyanyikannya?

Dia tersimpan dalam relung sukmaku

Kerna aku risau, dia akan terhempas



Di telinga pendengaran yang keras.

Pabila kutatap penglihatan batinku

Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,

Dan pabila kusentuh hujung jemariku

Terasa getaran kehadirannya.

Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,

Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.



Air mataku menandai sendu

Bagai titik-titik embun syahdu

Yang membongkarkan rahsia mawar layu.

Lagu itu digubah oleh renungan,

Dan dikumandangkan oleh kesunyian,

Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,

Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,

Dan difahami oleh cinta,

Dan disembunyikan oleh kesedaran siang

Dan dinyanyikan oleh sukma malam.



Lagu itu lagu kasih-sayang,

Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang mampu membawakannya berkumandang?

Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati

Suara manakah yang dapat menangkapnya?

Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,

Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?



Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?

Siapa yang berani membandingkan deru alam,

Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?

Siapa berani memecah sunyi

Dan lantang menuturkan bisikan sanubari

Yang hanya terungkap oleh hati?

Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?



Cinta yang Agung



Adalah ketika kamu menitikkan air mata

dan masih peduli terhadapnya..

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih

menunggunya dengan setia..



Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain

dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata

‘Aku turut berbahagia untukmu’



Apabila cinta tidak berhasil... bebaskan dirimu...

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya

dan terbang ke alam bebas lagi...



Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..

tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati

bersamanya...



Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang...

melainkan mereka yang tetap tegar ketika

mereka jatuh



Aku Bicara Perihal Cinta



Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,

Walau jalannya sukar dan curam.

Dan apabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.



Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.

Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu

bagai angin utara mengobrak-abrik taman.



Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau,

demikian pula dia 'kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,

demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.



Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu

dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut

yang bergetar dalam cahaya matahari.

Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu

dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.



Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.

Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.

Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.

Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar

Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.



Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,

supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,

dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.



Namun pabila dalam ketakutanmu

kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.

Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu

dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,

tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis,

tapi tak sehabis semua airmatamu.



Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri

dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.

Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki,

Karena cinta telah cukup bagi cinta.



Pabila kau mencintai kau takkan berkata,

“Tuhan ada di dalam hatiku,”

tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.

Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,

sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas,

mengarahkan jalanmu.



Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.

Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,

biarlah ini menjadi aneka keinginanmu.

Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,

yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.



Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.

Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta.

Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.

Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan

dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih.



Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap,

Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu

dan sebuah gita puji pada bibirmu.

0 komentar: