Pages

Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, November 5

Peningkat Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh merupakan pertahanan utama pada tubuh Anda. Nutrisi yang baik merupakan salah satu faktor terpenting dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Nutrisi apa saja?

Sistem kekebalan tubuh terdiri dari sekelompok jaringan dan sel yang terorganisir, yang berfungsi melindungi tubuh dari alergen, bakteri, virus dan organisme lain.

Berikut beberapa nutrisi penting yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, seperti dilansir Livestrong, Selasa (24/5/2011):

1. Buah jeruk
Vitamin C adalah antioksidan kuat yang dikenal untuk melawan infeksi dan membuat Anda tetap sehat. Vitamin C meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih dan antibodi, senyawa penting untuk respon kekebalan. Vitamin C juga dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan kanker.


2. Bawang putih
Bawang putih adalah anggota dari keluarga bawang dengan potensi meningkatkan kekebalan tubuh. Bawang putih merangsang replikasi pelawan infeksi, yaitu sel darah putih, meningkatkan aktivitas sel pembunuh alami dan meningkatkan efisiensi antibodi.

Aroma menyengat dari bawang putih karena mengandung senyawa belerang yang dikenal sebagai allicin. Senyawa ini bersifat antibakteri, antijamur dan antivirus. Bawang putih adalah antioksidan alami yang mengurangi radikal bebas dalam aliran darah dan melindungi terhadap pembentukan tumor.

3. Yogurt
Probiotik atau bakteri baik ditemukan dalam saluran pencernaan Anda. Ketika Anda sakit, simbiosis atau keseimbangan alami dari bakteri baik dan buruk di dalam usus menjadi tidak imbang. Mengkonsumsi yogurt dengan kultur bakteri hidup dapat membantu memulihkan bakteri sehat. Yogurt juga merupakan sumber mineral selenium, antioksidan yang meningkatkan sel-sel pembunuh dan memobilisasi melawan sel kanker.

4. Teh hijau
Teh hijau kaya akan polifenol atau antioksidan tanaman, yang melindungi tubuh terhadap mikroorganisme dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Polifenol melindungi tubuh terhadap kerusakan oksidatif akibat radikal bebas dan komponen berbahaya yang menyebabkan penuaan dini.

5. Jahe
Komponen aktif dalam jahe yang ditemukan dalam akar adalah minyak atsiri. Gingerol dan shogalo adalah senyawa fenol yang memberikan rasa tajam pada jahe dan bersifat obat. Jahe sering direkomendasikan sebagai teh atau untuk mandi air hangat karena jahe meningkatkan produksi keringat ketika hangat. Ini membantu tubuh menghilangkan kuman dan racun. Jahe juga bisa meringankan mulas, mual, muntah, migrain dan bertindak sebagai agen anti-inflamasi.

6. Ikan dan kerang
Ikan mengandung berbagai senyawa untuk meningkatkan kekebalan, termasuk asam lemak omega-3 dan antioksidan selenium. Asam lemak omega-3 terutama ditemukan dalam lemak ikan seperti salmon, mackerel, tuna, trout dan ikan haring serta biji rami, meningkatkan aktivitas fagosit.

Fagosit adalah sel darah putih yang menelan bakteri dan melindungi tubuh terhadap infeksi. Selenium membantu tubuh dalam produksi sitokin, protein yang menghilangkan virus dari tubuh.

7. Sayuran merah dan oranye
Paprika, labu, ubi jalar, tomat, labu, wortel dan sayuran berwarna cerah lainnya kaya akan beta-karoten. Beta-karoten meningkatkan jumlah sel pembunuh alami, melawan infeksi dan membantu sel-sel T, semuanya diperlukan untuk respon kekebalan. Tubuh akan mengkonversikan beta-karoten dari makanan menjadi vitamin A. Vitamin A adalah lini pertama terhadap penyakit.

8. Brokoli
Dengan kuntum warna terang dan padat hijau, brokoli adalah anggota dari sayuran calciferous. Brokoli kaya akan vitamin A, C dan E, yang menjadikannya sebagai pembangkit tenaga antioksidan. Brokoli berisi glucosinolate, yang merangsang sistem kekebalan tubuh dan sulforaphanes, yaitu agen ampuh anti-kanker.

Source: http://www.detikhealth.com/read/2011/05/24/141719/1645844/766/peningkat-sistem-kekebalan-tubuh?ld991107763

Murah Hati Itu Sifat Alami Manusia

Teori biologi dan ekonomi menyebut sifat dasar manusia itu egois alias mementingkan diri sendiri. Jadi tidak heran kalau manusia itu pelit. Tapi siapa sangka dalam penelitian terbaru, sifat pelit bukanlah sifat asli manusia karena pada dasarnya manusia itu sangat murah hati.

Konon manusia selalu memberi dengan harapan akan mendapat imbalan yang setimpal. Namun penemuan oleh ilmuwan dari UC Santa Barbara membuktikan tanpa konsekuensi apa pun dan tanpa tekanan apa pun, murah hati adalah sifat alamiah manusia.

Ilmuwan melakukan serangkaian simulasi komputer yang dirancang untuk menguji apakah benar terjadi evolusi yang membuat sifat murah hati manusia muncul, atau karena terdesak dalam pilihan dan berharap sikap murah hatinya mendapat imbalan di masa depan.

Penelitian menunjukkan hasil yang mengejutkan bahwa kedermawanan atau membantu orang lain tanpa adanya keuntungan di masa datang ternyata muncul secara alami sebagai hasil dari evolusi proses kerjasama manusia.

Dalam bermurah hati, penderma mengeluarkan biaya yang bermanfaat untuk orang lain. Meskipun dari sudut pandang ekonom, mengeluarkan biaya tanpa adanya kompensasi atau prospek keuntungan dianggap irasional dan dipandang maladaptive (tidak mampu menyesuaikan diri) oleh ahli biologi.

Jika perkataan ekonom dan ahli biologi itu benar, maka perilaku dermawan tersebut pastinya terjadi oleh evolusi yang panjang. Karena dari teori ekonomi dan biologi, sifat manusia pada dasarnya mementingkan diri sendiri, sehingga kemurahan hati 'yang berlebihan' hanyalah merupakan akibat dari tekanan sosial atau penyesuaian dengan budaya. Tapi penelitian terbaru mematahkan hal tersebut karena setelah proses evolusi sifat manusia itu pada dasarnya pemurah.

"Ketika penelitian terdahulu mengukur pilihan orang-orang dengan hati-hati, mereka menemukan bahwa orang-orang dahulu di seluruh dunia lebih murah hati. Kemudian teori ekonomi dan biologi memerintahkan mereka untuk melakukan hal yang sesuai perkiraan mereka," kata Max M. Krasnow, seorang sarjana postdoctoral di Pusat UCSB untuk Psikologi Evolusioner seperti dikutip pshycologytoday, Rabu (27/7/2011).

"Tapi simulasi kami menjelaskan bahwa alasan orang lebih murah hati daripada yang diprediksi oleh teori ekonomi dan biologi adalah karena ketidakpastian yang melekat dalam kehidupan sosial," kata Andrew Delton, sarjana postdoctoral di Pusat Psikologi Evolusi.

Ini karena manusia tidak pernah tahu pasti apakah interaksi yang dilakukan dengan orang lain sekarang ini hanya akan terjadi satu kali saja atau berlanjut tanpa batas waktu. Kebutuhan untuk melakukan sesuatu secara bersama membuat manusia secara alami menjadi lebih pemurah.

Simulasi ini menunjukkan bahwa seleksi alam menyokong manusia untuk memperlakukan orang lain seolah hubungan akan terus berlanjut, bahkan ketika ia percaya bahwa interaksi tersebut hanya terjadi satu kali saja. "Meskipun tidak mungkin untuk mengetahui kepastian yang sebenarnya dengan utuh, simulasi kami dirancang menggunakan 'standar emas' penalaran rasional," kata Krasnow.

Source: http://www.detikhealth.com/read/2011/07/27/080206/1690191/766/murah-hati-itu-sifat-alami-manusia?ld991107763