Pages

Tampilkan postingan dengan label Kang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kang. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 18

Sekecil Mereka Dituntut itu, Mengapa Kita Yang Dewasa Tidak Bisa?


DAFTAR KEGIATAN PEMBIASAAN
KELAS I A
MI AL-HUDA PLOSO NGANJUK



  1. MATERI AL-QUR’AN HADITS, FIQIH DAN AQIDAH
  1. Hafalan Surat Pendek
  1. QS. Al Fatihah 4 (Pertolongan) : 3 Ayat
  2. QS. Al-Quraisy (Suku Quraisy) : 4 Ayat
  1. Hadits
  1. Tentang Kebersihan :
      • اَلنََّظـَـافـَـة ٌٌ
      • اَلإسْلاَمُ نَظِيْـــفٌ
      • اَلطَّهُـــــــوْرُ
  1. Tentang Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu
  2. Tentang Persaudaraan Umat Islam
  3. Tentang Perumpamaan Persaudaraan Orang Mukmin
  1. Lafadz Syahadatain + Arti
  2. Asma’ul Husna (Nama-nama Allah yang baik)
  1. Al-Ahadu (Maha Esa)
  2. Al-Khaliqu (Maha Pencipta)
  3. Ar-Rahiimu (Maha Pengasih)
  4. Ar-Rahman (Maha Penyayang)
  5. As-Samii’u (Maha Pendengar)
  1. Kalimat Tayyibah
  1. Tauhid
  2. Tasbih
  3. Tahmid
  4. Basmalah
  1. Niat Shalat Lima Waktu
  2. Niat Wudhu
  3. Do’a Akan Belajar
  4. Do’a Sebelum Makan dan Sesudah Makan.


  1. MATERI BAHASA ARAB
  1. مَنْزِلٌ
  2. لِبــَـاسٌ
  1. لِى يَدَانِ
  2. اَعْدَادٌ

  1. MATERI BAHASA INGGRIS
  1. V-1 Ball
  2. V-2 Comb
  3. V-3 Fork
  4. V-4 Handkerchief
  5. V-5 Book
  6. V-6 Clock
  7. V-7 Teacher
  8. V-8 Picture
  9. V-9 Paper
  10. V-10 Red
  11. V-11 The Human Body “Arm”
  1. V-12 Nail
  2. V-13 Neck
  3. V-14 Water Melon
  4. V-15 Mangsteen
  5. V-16 Delima
  6. V-17 Climber
  7. V-18 Green Grocer
  8. V-19 Singer
  9. V-20 Stewardess
  10. Expressionss


DAFTAR KEGIATAN PEMBIASAAN
KELAS I B
MI AL-HUDA PLOSO NGANJUK


  1. MATERI AL-QUR’AN HADITS, FIQIH DAN AQIDAH
  1. Hafalan Surat Pendek
  1. QS. Al Fatihah (Pembukaan) : 7 Ayat
  2. QS. An-Nas (Manusia) : 5 Ayat
  3. QS. Al-Falaq (Waktu Shubuh) : 5 Ayat
  4. QS. Al-Ihlas (Memurnikan Ke-Esaan Allah) : 4 Ayat
  5. QS. Al-Lahab (Gejolak Api) : 4 Ayat
  6. QS. An-Nashr (Pertolongan) : 3 Ayat
  7. QS. Al-Quraisy (Suku Quraisy) : 4 Ayat
  1. Hadits
  1. Tentang Kebersihan :
      • اَلنََّظـَـافـَـة ٌٌ
      • اَلإسْلاَمُ نَظِيْـــفٌ
      • اَلطَّهُـــــــوْرُ
  1. Tentang Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu
  2. Tentang Persaudaraan Umat Islam
  3. Tentang Perumpamaan Persaudaraan Orang Mukmin
  1. Lafadz Syahadatain + Arti
  2. Asma’ul Husna (Nama-nama Allah yang baik)
  1. Al-Ahadu (Maha Esa)
  2. Al-Khaliqu (Maha Pencipta)
  3. Ar-Rahiimu (Maha Pengasih)
  4. Ar-Rahman (Maha Penyayang)
  5. As-Samii’u (Maha Pendengar)
  1. Kalimat Tayyibah
  1. Tauhid
  2. Tasbih
  3. Tahmid
  4. Basmalah
  1. Niat Shalat Lima Waktu
  2. Niat Wudhu
  3. Do’a Akan Belajar
  4. Do’a Sebelum Makan dan Sesudah Makan.

Rabu, Oktober 12

10 Hal Penyebab Do'a Tidak Terkabul Menurut Ibrahim bin Adam



10 Hal Penyebab Do'a Tidak Terkabul Menurut Ibrahim bin Adam

Semua manusia di dunia ini hakikatnya tidak ada yang memiliki kekuatan dan kamampuan
melainkan hanya dari Allah. oleh karena itu kita harus meminta bantuan atau pertolongan kepada Allah SWT dengan cara berdo'a. namun tidak semua do'a kita akan terkabul dengan cara langsung, mungkin besok, lusa atau kapan. Tapi allah berjanji akan mengabulkan semua do'a kita. Ibrahim membahas mengenai 10 hal perkara yang menyebabkan do'a kita tidak/ belum terkabul. antaralain sebagai berikut :

1). Kalian mengerti tentang Allah, tetapi mengapa kalian tidak menaati-Nya?
2). Kalian membaca Al Quran, tetapi mengapa kalian tidak mengamalkan isinya?
3). Kalian mengerti tentang setan, tetapi mengapa kalian mengikuti ajakannya?
4). kalian mengaku cinta kepada Rasulullah saw., tetapi mengapa kalian mengingkari sunahnya?
5). Kalian mengaku cinta pada surga, tetapi mengapa kalian tidak beramal untuknya?
6). Kalian mengaku takut neraka, tetapi mengapa kalian selalu melakukan dosa?
7). Kalian mengatakan bahwa mati itu pasti terjadi, tetapi mengapa kalian tidak mempersiapkan diri untuk  menghadapinya?
8). Kalian sibuk mengurus aib atau cela orang lain, tetapi mengapa kalian tidak mau memperhatikan aib sendiri?
9). Kalian memakan rezeki Allah, tetapi mengapa kalian tidak bersyuku
r kepada-Nya?
10). Kalian menguburkan mayat, tetapi mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?


Kultum tarawih di Masjid al-Huda Bonggah-Ploso-Nganjuk hari ke-5.

Selasa, Oktober 4

Pengumuman Banget


Semua Santri Wajib Menaati Semua Tata Tertib .





























Gak Boleh Comment

Kamis, September 29

Materi Filsafat Pendidikan Islam


Bagi Mahasiswa Semester III (khususnya yang ada di KELAS G PON-PES AL-HUDA MBONGGAH PLOSO NGANJUK FAKULTAS TARBIYAH PRODIPAI TAHUN AKADEMIK 2011/2012) silahkan copy paste materi ini!

FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
A. Pendahuluan
Setiap orang memiliki filsafat walaupun ia mungkin tidak sadar akan hal tersebut. Kita semua mempunyai ide-ide tentang benda-benda, tentang sejarah, arti kehidupan, mati, Tuhan, benar atau salah, keindahan atau kejelekan dan sebagainya.
1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi tersebut menunjukkan arti sebagai informal.
2) Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan yang sikap yang sangat kita junjung tinggi. Ini adalah arti yang formal.
3)  Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.
4)  Filsafat adalah sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep.
5) Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsumg yang mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat.
Dari beberapa definisi tadi bahwasanya semua jawaban yang ada di filsafat tadi hanyalah buah pemikiran dari ahli filsafat saja secara rasio. Banyak orang termenung pada suatu waktu. Kadang-kadang karena ada kejadian yang membingungkan dan kadang-kadang hanya karena ingin tahu, dan berfikir sungguh-sungguh tentang soal-soal yang pokok. Apakah kehidupan itu, dan mengapa aku berada disini? Mengapa ada sesuatu? Apakah kedudukan kehidupan dalam alam yang besar ini ? Apakah alam itu bersahabat atau bermusuhan ? apakah yang terjadi itu telah terjadi secara kebetulan ? atau karena mekanisme, atau karena ada rencana, ataukah ada maksud dan fikiran didalam benda .
Semua soal tadi adalah falsafi, usaha untuk mendapatkan jawaban atau pemecahan terhadapnya telah menimbulkan teori-teori dan sistem pemikiran seperti idealisme, realisme, pragmatisme.
Oleh karena itu filsafat dimulai oleh rasa heran, bertanya dan memikir tentang asumsi-asumsi kita yang fundamental (mendasar), maka kita perlukan untuk meneliti bagaimana filsafat itu menjawabnya.
B. Pengertian Filsafat pendidikan Islam
Secara harfiah, kata filsafat berasal dari kata Philo yang berarti cinta, dan kata Sophos yang berarti ilmu atau hikmah. Dengan demikian, filsafat berarti cinta cinta terhadap ilmu atau hikmah. Terhadap pengertian seperti ini al-Syaibani mengatakan bahwa filsafat bukanlah hikmah itu sendiri, melainkan cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkannya, memusatkan perhatian padanya dan menciptakan sikap positif terhadapnya. Selanjutnya ia menambahkan bahwa filsafat dapat pula berarti mencari hakikat sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat, dan berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia.
Selain itu terdapat pula teori lain yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari kata Arab falsafah, yang berasal dari bahasa Yunani, Philosophia: philos berarti cinta, suka (loving), dan sophia yang berarti pengetahuan, hikmah (wisdom). Jadi, Philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran atau lazimnya disebut Pholosopher yang dalam bahasa Arab disebut failasuf.
Sementara itu, A. Hanafi, M.A. mengatakan bahwa pengertian filsafat telah mengalami perubahan-perubahan sepanjang masanya. Pitagoras (481-411 SM), yang dikenal sebagai orang yang pertama yang menggunakan perkataan tersebut. Dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa pengertian fisafat dar segi kebahsan atau semantik adalah cinta terhadap pengetahuan atau kebijaksanaan. Dengan demikian filsafat adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang menempatkan pengetahuan atau kebikasanaan sebagai sasaran utamanya.
Filsafat juga memilki pengertian dari segi istilah atau kesepakatan yang lazim digunakan oleh para ahli, atau pengertian dari segi praktis. Selanjutnya bagaimanakah pandangan para ahli mengenai pendidikan dalam arti yang lazim digunakan dalam praktek pendidikan.Dalam hubungan ini dijumpai berbagai rumusan yang berbeda-beda. Ahmad D. Marimba, misalnya mengatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si - terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Berdasarkan rumusannya ini, Marimba menyebutkan ada lima unsur utama dalam pendidikan, yaitu 1) Usaha (kegiatan) yang bersifat bimbingan, pimpinan atau pertolongan yang dilakukan secara sadar. 2) Ada pendidik, pembimbing atau penolong. 3) Ada yang di didik atau si terdidik. 4) Adanya dasar dan tujuan dalam bimbingan tersebut, dan. 5) Dalam usaha tentu ada alat-alat yang dipergunakan.
Sebagai suatu agama, Islam memiliki ajaran yang diakui lebih sempurna dan kompherhensif dibandingkan dengan agama-agama lainnya yang pernah diturunkan Tuhan sebelumnya. Sebagai agama yang paling sempurna ia dipersiapkan untuk menjadi pedoman hidup sepanjang zaman atau hingga hari akhir. Islam tidak hanya mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat, ibadah dan penyerahan diri kepada Allah saja, melainkan juga mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia termasuk di dalamnya mengatur masalah pendidikan. Sumber untuk mengatur masalah pendidikan. Sumber untuk mengatur kehidupan dunia dan akhirat tersebut adalah al Qur’an dan al Sunnah. Sebagai sumber ajaran, al Qur’an sebagaimana telah dibuktikan oleh para peneliti ternyata menaruh perhatian yang besar terhadap masalah pendidikan dan pengajaran.
Demikian pula dengan al Hadist, sebagai sumber ajaran Islam, di akui memberikan perhatian yang amat besar terhadap masalah pendidikan. Nabi Muhammad SAW, telah mencanangkan program pendidikan seumur hidup ( long life education ). Dari uraian diatas, terlihat bahwa Islam sebagai agama yang ajaran-ajarannya bersumber pada al- Qur’an dan al Hadist sejak awal telah menancapkan revolusi di bidang pendidikan dan pengajaran. Langkah yang ditempuh al Qur’an ini ternyata amat strategis dalam upaya mengangkat martabat kehidupan manusia. Kini di akui dengan jelas bahwa pendidikan merupakan jembatan yang menyeberangkan orang dari keterbelakangan menuju kemajuan, dan dari kehinaan menuju kemuliaan, serta dari ketertindasan menjadi merdeka, dan seterusnya.
“ Dan demikian kami wahyukan kepadamu wahyu (al Qur’an) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan al Qur’an itu cahaya yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benarbenar memberi petunjuk kepada jalan yang benar (QS.Asy-Syura: 52)”
Dan Hadis dari Nabi SAW :
“ Sesungguhnya orang mu’min yang paling dicintai oleh Allah ialah orang yang senantiasa tegak taat kepada-Nya dan memberikan nasihat kepada hamba-Nya, sempurna akal pikirannya, serta mengamalkan ajaran-Nya selama hayatnya, maka beruntung dan memperoleh kemenangan ia” (al Ghazali, Ihya Ulumuddin hal. 90)”
Dari ayat dan hadis di atas tadi dapat diambil kesimpulan :
1.   Bahwa al Qur’an diturunkan kepada umat manusia untuk memberi petunjuk kearah jalan hidup yang lurus dalam arti memberi bimbingan dan petunjuk kearah jalan yang diridloi Allah SWT.
2.   Menurut Hadist Nabi, bahwa diantara sifat orang mukmin ialah saling menasihati untuk mengamalkan ajaran Allah, yang dapat diformulasikan sebagai usaha atau dalam bentuk pendidikan Islam.
3.   Al Qur’an dan Hadist tersebut menerangkan bahwa nabi adalah benar-benar pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, sehingga beliau memerintahkan kepada umatnya agar saling memberi petunjuk, memberikan bimbingan, penyuluhan, dan pendidikan Islam.
Bagi umat Islam maka dasar agama Islam merupakan fondasi utama keharusan berlangsungnya pendidikan. Karena ajaran Islam bersifat universal yang kandungannya sudah tercakup seluruh aspek kehidupan ini. Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya, serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkannya melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama, dengan sebaik-baiknya.
Corak pendidikan itu erat hubungannya dengan corak penghidupan, karenanya jika corak penghidupan itu berubah, berubah pulalah corak pendidikannya, agar si anak siap untuk memasuki lapangan penghidupan itu. Pendidikan itu memang suatu usaha yang sangat sulit dan rumit, dan memakan waktu yang cukup banyak dan lama, terutama sekali dimasa modern dewasa ini. Pendidikan menghendaki berbagai macam teori dan pemikiran dari para ahli pendidik dan juga ahli dari filsafat, guna melancarkan jalan dan memudahkan cara-cara bagi para guru dan pendidik dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan pengajaran kepada para peserta didik.
Kalau teori pendidikan hanyalah semata-mata teknologi, dia harus meneliti asumsi-asumsi utama tentang sifat manusia dan masyarakat yang menjadi landasan praktek pendidikan yang melaksanakan studi seperti itu sampai batas tersebut bersifat dan mengandung unsur filsafat. Memang ada resiko yang mungkin timbul dari setiap dua tendensi itu, teknologi mungkin terjerumus, tanpa dipikirkan buat memperoleh beberapa hasil konkrit yang telah dipertimbangkan sebelumnya didalam sistem pendidikan, hanya untuk membuktikan bahwa mereka dapat menyempurnakan suatu hasil dengan sukses, yang ada pada hakikatnya belum dipertimbangkan dengan hati-hati sebelumnya. Sedangkan para ahli filsafat pendidikan, sebaiknya mungkin tersesat dalam abstraksi yang tinggi yang penuh dengan debat tiada berkeputusan,akan tetapi tanpa adanya gagasan jelas buat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang ideal.
Tidak ada satupun dari permasalahan kita mendesak dapat dipecahkan dengan cepat atau dengan mengulang-ulang dengan gigih kata-kata yang hampa. Tidak dapat dihindari, bahwa orang-orang yang memperdapatkan masalah ini, apabila mereka terus berpikir,yang lebih baik daripada mengadakan reaksi, mereka tentu akan menyadari bahwa mereka itu telah membicarakan masalah yang sangat mendasar. Sebagai ajaran (doktrin) Islam mengandung sistem nilai diatas mana proses pendidikan Islam berlangsung dan dikembangkan secara konsisten menuju tujuannya. Sejalan dengan pemikiran ilmiah dan filosofis dari pemikir-pemikir sesepuh muslim, maka sistem nilai-nilai itu kemudian dijadikan dasar bangunan (struktur) pendidikan islam yang memiliki daya lentur normatif menurut kebutuhan dan kemajuan.
Pendidikan Islam mengidentifikasi sasarannya yang digali dari sumber ajarannya yaitu Al Quran dan Hadist, meliputi empat pengembangan fungsi manusia :
1.   Menyadarkan secara individual pada posisi dan fungsinya ditengah-tengah makhluk lain serta tanggung jawab dalam kehidupannya.
2.   Menyadarkan fungsi manusia dalam hubungannya dengan masyarakat, serta tanggung jawabnya terhadap ketertiban masyarakatnya.
3.   Menyadarkan manusia terhadap pencipta alam dan mendorongnya untuk beribadah kepada Nya
Menyadarkan manusia tentang kedudukannya terhadap makhluk lain dan membawanya agar memahami hikmah tuhan menciptakan makhluk lain, serta memberikan kemungkinan kepada manusia untuk mengambil manfaatnya
Setelah mengikuti uraian diatas kiranya dapat diketahui bahwa Filsafat Pendidikan Islam itu merupakan suatu kajian secara filosofis mengenai masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan yang didasarkan pada al Qur’an dan al Hadist sebagai sumber primer, dan pendapat para ahli, khususnya para filosof Muslim, sebagai sumber sekunder. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam secara singkat dapat dikatakan adalah filsafat pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam atau filsafat pendidikan yang dijiwai oleh ajaran Islam, jadi ia bukan filsafat yang bercorak liberal, bebas, tanpa batas etika sebagaimana dijumpai dalam pemikiran filsafat pada umumnya.
C. Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam
Penjelasan mengenai ruang lingkup ini mengandung indikasi bahwa filsafat pendidikan Islam telah diakui sebagai sebuah disiplin ilmu. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa sumber bacaan, khususnya buku yang menginformasikan hasil penelitian tentang filsafat pendidikan Islam. Sebagai sebuah disiplin ilmu, mau tidak mau filsafat pendidikan Islam harus menunjukkan dengan jelas mengenai bidang kajiannya atau cakupan pembahasannya. Muzayyin Arifin menyatakan bahwa mempelajari filsafat pendidikan Islam berarti memasuki arena pemikiran yang mendasar, sistematik. Logis, dan menyeluruh (universal) tentang pendidikan, ysng tidak hanya dilatarbelakangi oleh pengetahuan agama Islam saja, melainkan menuntut kita untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang relevan. Pendapat ini memberi petunjuk bahwa ruang lingkup filsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode, dan lingkungan.
D. Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam
Prof. Mohammad Athiyah abrosyi dalam kajiannya tentang pendidikan Islam telah menyimpulkan 5 tujuan yang asasi bagi pendidikan Islam yang diuraikan dalam “ At Tarbiyah Al Islamiyah Wa Falsafatuha “ yaitu :
1.   Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia. Islam menetapkan bahwa pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam.
2.    Persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Pendidikan Islam tidak hanya menaruh perhatian pada segi keagamaan saja dan tidak hanya dari segi keduniaan saja, tetapi dia menaruh perhatian kepada keduanya sekaligus.
3.    Menumbuhkan ruh ilmiah pada pelajaran dan memuaskan untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu bukan sekedar sebagai ilmu. Dan juga agar menumbuhkan minat pada sains, sastra, kesenian, dalam berbagai jenisnya.
4.    Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis, dan perusahaan supaya ia dapat mengusai profesi tertentu, teknis tertentu dan perusahaan tertentu, supaya dapat ia mencari rezeki dalam hidup dengan mulia di samping memelihara dari segi kerohanian dan keagamaan.
5.    Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. Pendidikan Islam tidaklah semuanya bersifat agama atau akhlak, atau sprituil semata-mata, tetapi menaruh perhatian pada segi-segi kemanfaatan pada tujuan-tujuan, kurikulum, dan aktivitasnya. Tidak lah tercapai kesempurnaan manusia tanpa memadukan antara agama dan ilmu pengetahuan.
E. Metode Pengembangan Filsafat Pendidikan Islam
Sebagai suatu metode, pengembangan filsafat pendidikan Islam biasanya memerlukan empat hal sebagai berikut :
Pertama, bahan-bahan yang akan digunakan dalam pengembangan filsafat pendidikan. Dalam hal ini dapat berupa bahan tertulis, yaitu al Qur’an dan al Hadist yang disertai pendapat para ulama serta para filosof dan lainnya ; dan bahan yang akan di ambil dari pengalaman empirik dalam praktek kependidikan.
Kedua, metode pencarian bahan. Untuk mencari bahan-bahan yang bersifat tertulis dapat dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang masing-masing prosedurnya telah diatur sedemikian rupa. Namun demikian, khusus dalam menggunakan al Qur’an dan al Hadist dapat digunakan jasa Ensiklopedi al Qur’an semacam Mu’jam al Mufahras li Alfazh al Qur’an al Karim karangan Muhammad Fuad Abd Baqi dan Mu’jam al muhfars li Alfazh al Hadist karangan Weinsink.
Ketiga, metode pembahasan. Untuk ini Muzayyin Arifin mengajukan alternatif metode analsis-sintesis, yaitu metode yang berdasarkan pendekatan rasional dan logis terhadap sasaran pemikiran secara induktif, dedukatif, dan analisa ilmiah.
Keempat, pendekatan. Dalam hubungannya dengan pembahasan tersebut di atas harus pula dijelaskan pendekatan yang akan digunakan untuk membahas tersebut. Pendekatan ini biasanya diperlukan dalam analisa, dan berhubungan dengan teori-teori keilmuan tertentu yang akan dipilih untuk menjelaskan fenomena tertentu pula. Dalam hubungan ini pendekatan lebih merupakan pisau yang akan digunakan dalam analisa. Ia semacam paradigma (cara pandang) yang akan digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena.
F. Penutup.
Islam dengan sumber ajarannya al Qur’an dan al Hadist yang diperkaya oleh penafsiran para ulama ternyata telah menunjukkan dengan jelas dan tinggi terhadap berbagai masalah yang terdapat dalam bidang pendidikan. Karenanya tidak heran ntuk kita katakan bahwa secara epistimologis Islam memilki konsep yang khas tentang pendidikan, yakni pendidikan Islam.
Demikian pula pemikiran filsafat Islam yang diwariskan para filosof Muslim sangat kaya dengan bahan-bahan yang dijadikan rujukan guna membangun filsafat pendidikan Islam. Konsep ini segera akan memberikan warna tersendiri terhadap dunia pendidikan jika diterapkan secara konsisten.
Namun demikian adanya pandangan tersebut bukan berarti Islam bersikap ekslusif. Rumusan, ide dan gagasan mengenai kependidikan yang dari luar dapat saja diterima oleh Islam apabila mengandung persamaan dalam hal prinsip, atau paling kurang tidak bertentangan.
Tugas kita selanjutnya adalah melanjutkan penggalian secara intensif terhadap apa yang telah dilakukan oleh para ahli, karena apa yang dirumuskan para ahli tidak lebih sebagai bahan perbangdingan, zaman sekarang berbeda dengan zaman mereka dahulu. Karena itu upaya penggalian masalah kependidikan ini tidak boleh terhenti, jika kita sepakat bahwa pendidikan Islam ingin eksis ditengah-tengah percaturan global.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Hanafi, M.A., Pengantar Filsafat Islam, Cet. IV, Bulan Bintang, Jakarta, 1990.
Prasetya, Drs., Filsafat Pendidikan, Cet. II, Pustaka Setia, Bandung, 2000
Titus, Smith, Nolan., Persoalan-persoalan Filsafat, Cet. I, Bulan Bintang, Jakarta, 1984.
Ali Saifullah H.A., Drs., Antara Filsafat dan Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya, 1983.
Zuhairini. Dra, dkk., Filsafat Pendidikan Islam, Cet.II, Bumi Aksara, Jakarta, 1995.
Abuddin Nata, M.A., Filsafat Pendidikan Islam, Cet. I, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997

Rabu, Agustus 24

Pengumuman 5 September 2011



Dumateng Kang :
Sedoyo Ingkang wonten ing daerah Bagor lan Sekitaripun
Ing Dhalem


Assalamu’alaikum Wr. Wb
          Salam Sillaturrahmi kito sampe’aken, mugi-mugi Rahmat, Taufiq, hidayah, sarta inayahipun Allah SWT tansah nyarengi kito sedoyo. Nyuwun rawuhipun panjenengan ing dalem :

          Dinten         : Sabtu malem Minggu
          Tanggal       : 3 September 2011
          Wekdal       : Jam 21.00 (Ba’da ‘Isya)
          Tempat       : Dhalemipun Kang Didik
                               Dsn. Gagan, Ds. Ngumpul
          Acara         : - Halal Bihalal
    - Syukuran (Masakan)

Mekaten Undangan meniko, lan rawuhipun Panjenengan tansah dipun ajeng-ajeng.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ttd,
Panitia

NB : Wul e Rp. 10.000,- Dateng Kang Kholis (terakhir Tgl 29 Agustus 2011,)

 

Bacaan Bilal Shalat Jum'at







يَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ . رُوِيَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِنَّ يَوْمَ الْجُمْعَةِ سَيِّدُ الأَيَّامِ وَحِجُّ الْفُقَرَاءِ وَعِيْدُ الْمَسَاكِيْنَ. وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَ صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ فَلاَ يَتَكَلَّمَنْ اَحَدَكُمْ وَمَنْ يَتَكَلَّمْ فَقَدْ لَغَا وَمَنْ لَغَا فَلاَ جُمْعَةَ لَهُ. اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ . (x٢) . اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ .
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ قَوِّ الإِسْلاَم وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِى الدِّيْنِ رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ.

Do'a Shalat Tahajud



دعاء صلاة التهجّد
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيُّومُ السَّموَاتِ وَالاَرْضِ وَ مَنْ فِيْهِنَّ . وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّموَاتِ وَالاَرْضِ وَ مَنْ فِيْهِنَّ . وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُورُ السَّموَاتِ وَالاَرْضِ وَ مَنْ فِيْهِنَّ . وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ . وَوَعْدُكَ الْحَقُّ. وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ . وَقَولُكَ حَقٌّ . وَالْجَنَّةُ حَقٌّ . وَالنَّارُ حَقٌّ . وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ . وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ . وَالسَّاعَةُ حَقٌّ .
Jika berdo'a untuk dirinya sendiri lanjutannya :
اَللّهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ . وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّى . اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلهَ الاَّ اَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ .
Jika berdo'a untuk diri sendiri dan oranglain lanjutannya :
اَللّهُمَّ لَكَ اَسْلَمْنَا وَبِكَ اَمَـنَّا وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا . وَبِكَ خَاصَمْنَا وَاِلَيْكَ حَاكَمْنَا فَاغْفِرْلَنَا مَا قَدَّمْنَا وَمَا اَخَّرْنَا وَمَا اَسْرَرْنَا وَمَا اَعْلَنَّا وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنَّا . اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلهَ الاَّ اَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ .

Tata Cara Shalat Hajat




SHOLAT HAJAT  
(صلاة الحاجة)
Sholat Hajat 4 Roka’at, dilakukan 2 kali salam.
  1. Niat Sholat Hajat :

أصلى سنة لقضاء الحاجة ركعتين مستقبل القبلة اداء مأموما لله تعالى ... الله اكبر                
  1. Roka’at pertama setelah membaca Surat Al-Fatihah, membaca Surat Al-Ikhlas

  2. قل هو الله احد *  الله الصمد*  لم يلد ولم يولد*  ولم يكن له كفوا احد*) ) 40x.

  3. Roka’at kedua setelah membaca Surat Al-Fatihah, membaca Surat Al-Ikhlas 30x.

Kemudian salam. Dan berdiri lagi (Roka’at ketiga)
  1. Roka’at ketiga setelah membaca Surat Al-Fatihah, membaca Surat Al-Ikhlas 20x.

  2. Roka’at keempat setelah membaca Surat Al-Fatihah, membaca Surat Al-Ikhlas 10x.

 Kemudian salam. Setelah salam membaca :
استغفرالله العظيم ...    (10x.)  dan اللهم صل و سلم على سيدنا محمد   (10x.)
Kemudaian Sujud Syukur dan membaca :
سبحان الله والحمد لله ولااله الاالله هوالله اكبر (10x.) , اللهم صل و سلم على سيدنا محمد   (10x.), dan
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار   (10x.)
Kemudian menghaturkan Hajatnya kepada ALLAH.

Tata Cara Shalat Tasbih




SHOLAT TASBIH (صلاة التسبيح)

Sholat Tasbih 4 roka’at, dilakukan 2 kali Salam.
  1. Niat Sholat TASBIH :

أصلي سنة التسبيح ركعتين مستقبل القبلة أداء مأموما لله تعالى..... (الله اكبر)                
  1. Membaca Surat Al Fatihah, dilanjutkan Surat-surat pendek. Setelah Surat-surat pendek, membaca Tasbih (سبحان الله والحمد لله ولااله الاالله هوالله اكبر) 15x.

  2. Ruku’, setelah membaca do’anya Ruku’, membaca Tasbih 10x.

  3. I’tidal, setelah membaca do’anya I’tidal, membaca Tasbih 10x.

  4. Sujud, setelah membaca do’anya Sujud, membaca Tasbih 10x.

  5. Duduk diantara 2 sujud, setelah membaca do’anya Duduk diantara 2 sujud membaca Tasbih 10 x.

  6. Sujud, setelah membaca do’anya Sujud, membaca Tasbih 10x.

  7. Duduk seperti duduk Tasyahud (Tahiyyat) Awal, membaca Tasbih 10x.

  8. Berdiri lagi (Roka’at kedua), setiap gerakan, membaca Tasbih seperti Roka’at pertama.

Setelah Salam, berdiri lagi (sholat tasbih yg ke-2). Gerakan dan bacaan sama seperti Roka’at pertama dan kedua. (Setiap selesai membaca Tasbih 15x / 10x, ditutup dengan membaca :
وَلاَحَوْلاَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِِ                                                             

Do'a Shalat Tarawih




بِسْــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالاِيمَانِ كَامِلِيْنَ * وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ * وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ * وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ * وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ * وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ * وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ* وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ * وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ * وَ فِى الاَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ * وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ * وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ * وَعَلَى الْبَلآءِ صَابِرِيْنَ * وَتَحْتَ لِوَآءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سآئِرِيْنَ * وَاِلَى الْحَوْضِ وَرِدِيْنَ * وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ * وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ * وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ * وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُّتَزَوِّجِيْنَ * وَمِنْ سُنْدُ سٍ وَّ اِسْتَبْرَقٍ وَّدِيْبَاجٍ مُّتَلَبِّسِيْنَ * وَمِنْ طَعاََمِ الْجَنَّـةِ اَكِلِيْنَ * وَمِنْ لَّبَنٍ وَّعَسَلٍ مُّصَفًّى شَارِبِيْنَ * بِأَكْوَابٍِ وَّاَبَارِيْقَ مِنْ مَّعِيْنٍ مَّعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدآءِ وَالصَّالِحِيْنَ * وَحَسُنَ أُلئِكَ رَفِيْقًا * ذَلِكَ الْفَضِلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا * اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذِهِ الَّيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُولِيْنَ * وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الأَشْقِيآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ * وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ * وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَـالمَِِيْنَ *

Rabu, Agustus 17

Kehidupan Kang



mungkin tidak banyak orang yang tahu dan mengerti apa sebenarnya senangnya kehidupan yang ada pada pesantren. hanya mereka-mereka yang pernah mondok saja mungkin yang tahu. Ane akan sedikit bercerita mengenai hal itu Ikhwah . . .
dari bangun pagi. . nahnu bangun pukul 03.00 pagi (kecuali ane..hahaha)
trus. . ada tahlilan habis iitu diterusin dengan shalat hajat/ tasbih. . (ane slalu come late)
dan selanjutnya jama'ah shalat Shubuh . . .
habis itu musyawarah membahas Nahwu adapun kitab yang menjadi dasar adalah :Dahlan Alfiyyah, Ibnu 'Aqil Al-Fiyyah, Taqriran Al-Fiyyah, dan kitab-kitablain yang masih berhubungan ama ilmu nahwu . . nah. . .setelah musyawarah ini nahnu harus mencari kesibukkan sendiri-sendiri yang hubungannya dengan ekonomi ada yang bekerja di sawah, peternakan, kios, dan laennya.. .
trus mulai ngaji lagi pukul 16.00 ato setelah 'ashar..ampe shalat maghrib, setelah maghrib ngaji lagi ampe shalat 'Isak, abis 'isyak ngaji lagi ampe jam 10 malem . . .