Pages

Tampilkan postingan dengan label Dunia Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, Oktober 21

Kini, Intip Balik Tembok Tak Sesusah Memanjatnya

Headline


Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil membuat teknologi baru. Teknologi ini membuat Anda mampu melihat apa pun di balik tembok dengan mudah.

Ilmuwan ini berhasil menciptakan teknologi radar baru yang mampu melihat menembus tembok keras dan mengembalikannya dalam bentuk gambar langsung mengenai apa yang sedang terjadi di baliknya.

Sulit sekali membuat radar yang mampu menembus dinding untuk menunjukkan apa yang terjadi di baliknya. Namun para peneliti di Lincoln Lab MIT mengatakan, sistem ini mampu melihat menembus tembok di jarak tertentu dan memberi gambaran sesaat aktivitas di baliknya.

Teknik ini memiliki implikasi kuat untuk operasi militer, terutama ‘situasi tempur perkotaan,’ papar pemimpin proyek Gregory Charvat. Para peneliti menguji sistem antena tersusun mereka, 13 antena memancarkan transmisi dan delapan elemen penerima pada dinding beton setebal 8 inci.Tautan

Tujuan utama dan hambatan terbesar penelitian ini adalah, mencapai kecepatan, resolusi dan jangkauan yang diperlukan untuk agar berguna di kondisi sebenarnya, kata Charvat.

“Jika berada di situasi pertempuran berisiko tinggi, Anda tak ingin harus berdiri tepat di samping bangunan yang berpotensi berbahaya,” katanya.

Sistem ini bisa digunakan dari jarak 16 meter dari dinding dan gambar akan dikirim kembali dalam 10 frame per detik, ungkap Charvat seperti dikutip UPI.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1787747/kini-intip-balik-tembok-tak-sesusah-memanjatnya

Foto Tata Surya Menakjubkan dari Halaman Rumah

Headline


Foto menakjubkan ini menampilkan sulur api matahari hingga Yupiter dan dua bulannya. Melihat foto jepretan astronom amatir ini seolah membawa berkeliling tata surya.

Teknisi elektronik Damian Peach dari Selsey, West Sussex, Inggris, menghabiskan 10 tahun terakhir mendokumentasikan wajah tata surya. Ia menghabiskan GBP10 ribu (Rp140 juta) untuk teleskop kecepatan tinggi dan perlengkapan listriknya.

Foto jernih Peach bahkan bisa disejajarkan gambar hasil jepretan NASA dan European Southern Obervatory di Chile. Tak hanya itu, ia menjadi pria Inggris pertama yang mendapat anugerah bergengsi Astronomy of The Year Award atas foto komposit bulan Yupiternya.

“Menakjubkan sekali bisa melakukan ini dari halaman belakang rumahmu. Berkat kemajuan teknologi, hasil foto yang bagus bisa dibuat hanya menggunakan teleskop kecil dan webcam berharga murah,” ungkapnya seperti dilaporkan DM.

Pria ini mengaku tertarik pada astronomi sejak 10 tahun lalu dan ia pun mendedikasikan waktu senggangnya mengamati planet.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1787300/foto-tata-surya-menakjubkan-dari-halaman-rumah

Senin, Oktober 17

Ilmuwan Ungkap Cara Murah Sediakan Air Minum Dunia

Headline


Ilmuwan Amerika Serikat (AS) berhasil membuat sebuah teknologi baru untuk memberi solusi air minum dunia. Menariknya, cara ini sangat mudah dan murah. Bagaimana?

Tim peneliti dari Purdue University mengatakan, sistem ini menangkap cahaya menggunakan pemantul parabola dan memfokuskannya pada pipa UV transparan di mana air mengalir secara terus menerus seperti ditulis UPI.

Melalui sistem ini, 800 juta orang di seluruh dunia yang kekurangan air minum yang aman bisa terbantu.

“Kami mengembangkan teknologi ini selama 20 tahun. Sistem UV ini berdasarkan sumber UV buatan. Apa yang kami kerjaan baru-baru ini adalah memanfaatkan radiasi ultraviolet dari matahari,” papar profesor teknik sipil Ernest R. Blatchey III.

Peneliti mengatakan, teknologi ini akan sangat membantu negara-negara berkembang.

“Air yang ada di negara itu masih memiliki kontaminan, termasuk bakteri patogen. Hasilnya, ribuan anak meninggal tiap harinya karena diare dan dehidrasi,” lanjutnya.

Selain itu, setengah kamar tidur rumah sakit di dunia dipakai merawat orang sakit akibat air yang mereka minum, lanjutnya lagi. Peneliti mengatakan, sistem seharga kurang dari US$100 (Rp900 ribu) ini mampu mematikan bakteri E.coli dan terbukti efektif membunuh patogen berbahaya.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1783081/ilmuwan-ungkap-cara-murah-sediakan-air-minum-dunia

Wow! Ada Busana dari 'Susu' di Jerman

Headline


Perkembangan fesyen memang tidak pernah lepas dari inovasi baru. Terbukti seorang desainer muda dari Hanover, Jerman, membuat baju yang bahannya berasal dari 'susu'. Seperti apa?


Adalah, Anke Domaske, desainer muda berusia 28 baru saja membangun pabrik QMilch mengolah protein susu berkonsentrasi tinggi yang dikenal sebagai kasein menjadi sebuah bahan pakaian.

"Rasanya seperti sutra dan tidak berbau. Anda bisa langsung mencuci seperti bahan kain yang lain," ujar Domaske.

Seperti dinukil dari Reuters, pabrik Qmilch membuat serat pakaian tanpa bahan kimia, sehingga layak disebut pabrik yang ramah lingkungan.

Selain ramah lingkungan, sambung Domaske, asam amino dari susu ternyata bersifat antibakteri, antipenuaan, dan dapat membantu sirkulasi darah serta suhu tubuh.

Bahan serat dari Domaske yang bermerek Mademoiselle Chi Chi ternyata menjadi favorit selebritas dunia seperti Mischa Barton dan Ashlee Simpson.

Saat ini diakui Domaske, bahan keluaran Qmilch memang belum mengandung susu seratus persen. Sebagian serat kain masih dicampur dengan bahan lain. Domaske berencana membuat bahan yang seluruhya berasal dari Kasein.

Kasein yang dihasilkan dari Qmilch berasal dari sari bubuk susu. Untuk menjadi serat, kasein lalu dipanaskan bersama bahan alami lainnya di sebuah mesin yang mirip mesin pencincang daging. Tak lama, serat keluar seperti untaian benang dan siap disatukan dalam mesin pemintal.

Untuk membuat sebuah gaun, menurut Domaske, dibutuhkan paling tidak enam liter susu dengan biaya sekitar 150-200 euro atau Rp1,8 juta - Rp2,4 juta. Dengan biaya sebesar itu tidak perlu khawatir protein susu dalam serat akan terdekomposisi. Karena mereka terikat dengan baik.

Fungsi antibakteri dalam serat susu ini ternyata menarik produsen mobil. Mereka berencana membuat bahan jok dari serat susu.

sumber : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1786142/wow-ada-busana-dari-susu-di-jerman

Senin, Oktober 10

Jubah Tembus Pandang Ubah Tank Jadi Sapi



Para ilmuwan di BAE System, Swedia, tengah menggarap pengembangan jubah ajaib. Namun, bukan untuk menghilang seperti jubah Harry Potter, melainkan untuk kebutuhan kamuflase kendaraan-kendaraan militer.

Nantinya, perangkat ini akan dapat melindungi tank dari serangan roket pencari panas yang kerap memburunya. Proyek riset yang diberi nama Adaptiv ini akan diuji coba dalam dua tahun mendatang.

Jubah tembus pandang militer ini terdiri atas kepingan logam berbentuk heksagonal sebesar telapak tangan orang dewasa. Kepingan logam ini dapat dipanaskan atau didinginkan dengan cepat untuk menyamarkan bangunan, kapal, atau helikopter yang terbang rendah. Untuk menyelubungi sebuah tank kecil, diperlukan sekitar 1.000 kepingan logam tersebut.

Perangkat ini dilengkapi dengan pemindai untuk "membaca" lingkungan sekitar. Kemudian, pola-pola hasil pemindaian direproduksi pada panel logam berbentuk heksagonal yang berada di lambung tank (atau obyek lainnya). Selanjutnya, citra inframerah ditampilkan sehingga memungkinkan tank menyatu dengan lingkungan sekitarnya dan membuat musuh melihatnya sebagai sebuah mobil atau bahkan seekor sapi.

Menurut Peter Sjolund, pimpinan riset, teknologi ini bekerja layaknya layar televisi termal. Selain membawa koleksi gambar yang sudah tersimpan, perangkat itu juga bisa mengambil gambar yang sesuai dengan lingkungan sekitarnya apabila diperlukan. Pengembangan lebih lanjut bahkan bisa makin canggih lagi.

sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/09/12/16135889/Jubah.Tembus.Pandang.Ubah.Tank.Jadi.Sapi

Partikel Ini Bergerak Lebih Cepat dari Cahaya



Para fisikawan di Laboratorium Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) di Geneva, Swiss, Jumat (23/9/2011) waktu setempat, mengumumkan keberhasilan mereka menemukan keberadaan partikel yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

Partikel yang disebut sebagai neutrino ini memiliki kecepatan 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya. Berdasarkan teori relativitas khusus yang dikemukakan Albert Einstein pada 1905, kecepatan cahaya mencapai 299.792 kilometer per detik atau yang sering dibulatkan menjadi 300.000 kilometer per detik. Ini merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta. Neutrino merupakan partikel elementer yang memiliki massa sangat kecil, nyaris mendekati nol.

Eksperimen untuk menguji kecepatan neutrino ini dinamai Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus (OPERA) yang dilakukan di Gran Sasso National Laboratory, Italia, pada kedalaman 1.400 meter. Tujuan penelitian adalah menguji neutrino yang ditembakkan dari CERN.

Juru Bicara OPERA, Antonio Ereditato, dari Universitas Bern, Swiss, mengatakan, temuan ini sebagai kejutan yang sempurna. Para peneliti mengakui, hasil penelitian ini akan menimbulkan pro-kontra karena melawan hukum fisika yang sudah mapan selama lebih dari 100 tahun.

Untuk itu, pengukuran lain yang independen diperlukan guna menguji temuan ini. Direktur Penelitian CERN Sergio Bertolucci mengatakan, jika hasil pengukuran mereka bisa dikonfirmasi oleh ilmuwan lain, temuan ini akan mengubah pandangan umat manusia tentang fisika.


sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/09/29/01064915/Partikel.Ini.Bergerak.Lebih.Cepat.dari.Cahaya

Sepatu Bermata Dua bagi Tuna Netra



Penderita tuna netra mengalami kesulitan ketika hendak berjalan. Mereka harus tergantung pada tongkat. Nah, bagaimana agar mereka tak tergantung dengan alat bantu tersebut?

Muhammad Luqman dan Faishal Fuad Rahman dari SMA Negeri 2 Yogyakarta menciptakan "Sepatu Bermata Dua", sepatu yang dilengkapi dengan perangkat robotik untuk mengatasi masalah tersebut, menghapus ketergantungan penderita tuna netra pada tongkat.

Perangkat robotik yang digunakan adalah jenis line follower. Perangkat ini disematkan pada sepatu penderita tuna netra. Sebagai sumber daya, dipakai baterai ponsel. Sementara, pada bagian bawah sepatu terdapat sensor yang dapat mendeteksi warna.

"Pada dasarnya sepatu ini bekerja dengan mendeteksi warna," kata Luqman. Untuk mendukung kinerja perangkat ini, penyedia fasilitas gedung atau trotoar tinggal mendesain ubin dengan warna hitam dan putih, dengan warna hitam sebagai jalur bagi penderita tuna netra. Warna hitam bisa juga diganti dengan warna gelap lainnya.

"Dengan sepatu ini, penderita tuna netra tinggal berjalan tanpa perlu tongkat. Sewaktu-waktu pengguna keluar dari jalur, maka sepatu akan berbunyi, jadi penderita bisa kembali ke jalurnya," kata Luqman saat ditemui dalam pameran karya finalis National Young Invovation Award yang diadakan LIPI minggu lalu.

Menurut Luqman, perangkat robotik didesain bisa dipasang dan dilepas sehingga penderita tuna netra bisa berganti sepatu. Ke depan, Luqman dan Faishal berencana untuk merancang perangkat menjadi lebih ringkas sehingga tidak menyulitkan penderita tuna netra. "Akan bagus kalau ada vendor yang mau bekerja sama," cetus Luqman.

sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/10/10/18054160/Sepatu.Bermata.Dua.bagi.Tuna.Netra