Pages

Kamis, November 12

Khotbah Jum`at

BERKORBAN MENGGAPAI SUKSES DUNIA AKHERAT

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Hadirin Jama’ah Shalat Jum`at Rahimakumullah,
Puji syukur kepada Allah Swt. atas berbagai nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita bersama, terutama nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat sehat walafiat serta nikmat-nikmat lainnya yang tak terhingga banyaknya, sehingga pada pagi hari ini, kita dapat melaksanakan Shalat Jum`at.
Shalawat dan salam, semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita bersama, selaku umatnya, mudah-mudahan kita mendapat syafa’at di akhirat kelak. Amin.
Hadirin Jama’ah Shalat Jum`at Rahimakumullah,
Pada hari ini, jutaan kaum muslimin sedang menyelesaikan rangkaian ibadah haji, ibadah yang penuh pengorbanan harta, menguras daya, tenaga dan pikiran, meninggalkan keluarga, kampong halaman, melepaskan pangkat dan jabatan, sambil tak henti-hetinya mengucapkan talbiyah :
لَبَّيَكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيَكَ, لَبَّيَكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيَكَ
اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ
Ya Allah, kami datang memenuhi panggilan-Mu, Tiada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah bagi-Mu dan Engkaulah Maha menguasai segala sesuatu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Hadirin Jama’ah Shalat Jum`at Rahimakumullah,
Berbarengan dengan perintah melaksanakan Ibadah haji bagi yang mampu, Allah pun memerintahkan kita untuk melakukan penyembelihan hewan qurban, perintah yang bermula dari kisah teladan seorang rasul, seorang pemimpin umat yang juga seorang ayah yang sangat taat dan sabar dalam melaksanakan perintah Allah, yaitu Nabi Ibrahim as, bersama seorang anak yang patuh dan taat kepada orang tua serta isterinya yang taat kepada suaminya, yaitu Nabi Ismail as dan Umi Siti Hajar.
Firman Allah Swt
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي اِبْرَهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعًهُ
Artinya :
Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim as dan orang-orang yang bersamanya …. (QS. Al.Mumtahanah : 4)

Hadirin Jama’ah Shalat Jum`at Rahimakumullah,
Suatu ketika Nabi Ibrahim as, diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya Ismail as, seorang anak yang sangat disayanginya. seorang anak yang sangat dinantikan kelahirannya. Allah memerintahkan, agar Nabi Ibrahim as. menyembelih Ismail as.
Allah hendak menguji keimanan, ketaatan dan kesetiaan Nabi Ibrahim as dalam memenuhi seruan Allah menegakkan agama dan syariat-Nya dalam bentuk pengorbanan harta dan jiwa yang sangat dicintainya. Sungguh ujian yang sangat berat penuh dengan tantangan dan rintangan. Ujian yang penuh bujuk dan rayu syetan laknatullah. Syetan hendak mengacaukan dan membuat perselisihan antara nabi Ibrahim a.s dengan anak dan isterinya.
Ketika hendak menunaikan penyembelihan, Nabi Ibrahim as, sebagai seorang ayah yang baik dan demokratis, dengan lemah-lembut menyampaikan perintah Allah kepada anaknya tercinta Ismail as. Maka terjadilah dialog antara seorang ayah dan anak sebagaimana digambarkan Allah dalam firman-Nya :
يَبُنَيَّ اِنِّي اَرَى فِى الْمَنَامِ اَنِّي اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَاتَرَى
قَالَ يَاَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي اِنْ شَاءَاللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ
Artinya :
Ibrahim berkata : “Wahai anakku, sesungguhnya ayah melihat dalam mimpi, bahwa ayah menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!”. Ismail menjaawab : “Wahai Ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah ayah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”
Mendengar jawaban putra tercinta, dengan penuh keihlasan dan kelembutan, Maka Nabi Ibrahim as segera menunaikan perintah Allah Swt, dengan penuh ketaatan dan keikhlasan semata-mata mengharap rida Allah Swt. maka disembelihlah anaknya Ismail a.s. Ketika bersentuhan antara pisau dan leher Ismail as, ketika itulah Allah Swt berfirman :
وَنَادَيْنَهُ اَنْ يَاِبْرَهِيْمُ . قَدْ صَدََّقْتَ الرُّؤْيَا اِنَّ كَذَلِكَ نَجْزِ الْمُحْسِنِيْنَ.
اِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَؤُ االْمُؤْمِنِيْنَ. وَفَدَيْنَهُ بِذِبْحِ الْعَظِيْمٍ
Artinya :
Dan Kami panggil dia (Ibrahim) “Wahai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
Dengan demikian selamatlah Ismail a.s dari tajamnya goresan pisau ayahnya, karena Allah menggantikan tubuh Ismail a.s dengan seekor hewan sembelihan yang besar.

Hadirin Jama’ah Shalat Jum`at Rahimakumullah,
Kisah Ibrahim as, bersama puteranya Ismail as dan isterinya Siti Hajar, telah memberikan teladan dan pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua, bukan saja dalam menunaikan penyembelihan hewan qurban, sebagai bukti keimanan dan ketaatan kepada Allah, tetapi kisah itu memberikan gambaran yang utuh dalam mendidik dan membesarkan anak-anak kita, terutama keberhasilan Nabi Ibrahim as membangun dan menanamkan keimanan dan ketakwaan anak dan isterinya kepada Allah Swt serta keberhasilan membangun hubungan yang harmonis dalam lingkungan keluarganya yang dilandasi kasih sayang dan penuh hikmah. Sungguh keberhasilan yang amat sulit diperoleh pada zaman kita sekarang ini.
Kunci kesuksesan Nabi Ibrahim a.s terletak pada bagaimana Nabi Ibrahim a.s menanamkan semangat “berkurban” kepada anak dan isterinya yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Berkurban adalah sebuah proses mendekatkan diri kepada Allah Swt, dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit.
Sebuah proses yang penuh tantangan dan rintangan, yang jika kita mampu melaluinya, Insya Allah, kita dapat menggapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.
Hadirin Jama’ah Shalat Jum`at Rahimakumullah,
Oleh karena itu, marilah kita teladani pengorbanan nabi Ibrahim a.s, kita wujudnyatakan dalam kehidupan kita sehari-hari :
Dalam kehidupan keluarga, orang tua sanggup berkorban demi kesejahteraan anak-anaknya, anak berkorban untuk menyenangkan hati orang tuanya,
Dalam kehidupan bermasyarakat, pemimpin lingkungan bersama dengan masyarakat, berkorban untuk kepentingan dan kemajuan lingkungan,
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pemimpin bangsa berkorban untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya, rakyat berkorban menaati dan mematuhi peraturan yang dibuat pemerintahnya,
Lebih-lebih dalam menegakkan Dinul Islam, sangat dibutuhkan pengorbanan harta, jiwa dan raga kita. Sebagaimana pengorbanan yang telah dilakukan oleh para anbiya, para auliya, para ulama, para mujahid dalam menegakkan kalimatillah.

Hadirin Jama’ah Shalat Jum`at Rahimakumullah,
Dalam menunaikan perintah menyembelih hewan kurban padahari tasyri`, Kalau kita diberi rezeki yang cukup oleh Allah marilah kita tunaikan perintah penyembelihan hewan qurban, dengan ikhlas, dan mengharap ridho Allah Swt. Serahkan penyembelihannya kepada panitia yang ada di masjid, dan di lingkungan kita, agar pendistribusian daging kurban menyebar secara adil dan merata kepada para mustahik.
Nabi saw memperingatkan kepada kita, sebagaimana sabdanya:
MAN WAJADA SA’ATAN FALAM YUDHOHHI FALAA YAQRABANNA MUSHALLAANAA
Artinya :
Barangsiapa yang mempunyai kemampuan untuk berkurban tetapi ia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat shalat kami”.
Man Kaana lahuu sa’atan falam yudhahhi falyamut insyaa a- yahudiyyan au- nashraaniyyan
Artinya :
Barangsiapa baginya ada kemampuan, tetapi tidak mau berqurban, maka hendaklah ia mati dalam keadaan menjadi yahudi atau nasrani.
Mari, kita laksanakan Penyembelihan qurban, semata-mata Ikhlas Lillahi ta’ala, sebagai bukti cinta kita kepada Allah SWT dan wujud kepedulian kepada saudara-saudara kita yang membutuhan,
Allah SWT dalam surat al-hajj ayat 37 berfirman :
لَنْ يَّنَالُ اللهُ لُحُومُهَا وَلاَ دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
Artinya :
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai ridho Allah SWT, tetapi ketakwaan daripada kamulah yang mencapainya ..
Semoga pengorbanan kita kelak diterima Allah Swt, dan saudara kita yang berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini mendapat kemudahan, kelancaran, diberikan kesehatan oleh Allah Swt dan pada waktunya dapat kembali ke tanah air dengan selamat, membawa haji yang mabrur. Amin ya rabbal alamiin.
AUDZUBILLAHI MINASYSYAITHAANIROJIIM.
INNAA A’THAINA KALKAUTSAR, FASHALLI LIRABBIKA WANHAR. INNA SYAANIAKA HUWAL ABTAR.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْءَانِ اكَرِيْمْ وَنَفَعَنِي وَاِيَّكُمْ بِاالاَيَتِ وَذِكْرِالحَكِيْمْ
اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرٌالرَّحِمِيْنَ

Khutbah ke-2
اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَا بَ وَحْدَه, لاَ اِِلَهَ اِلاَّ الله وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ اِلَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ, اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَاعْلَمُوا اَنَّ اللهَ تَعَالَى صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. فَقَالَ تَعَالَى : اِنَّ الله وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَاالَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْخَلْقِ صَاحِبِ الْوَجْهِ الْاَنْوَارِ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ كُلِّ الصًّحَابَةِ اَجْمَعِيْنَ. وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِ حْسَانِ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
رَبَّنَا اَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْءَانِ اكَرِيْمْ وَنَفَعَنِي وَاِيَّكُمْ بِاالاَيَتِ وَذِكْرِالحَكِيْمْ
اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرٌالرَّحِمِيْنَ

Bio Data Penulis :
Abdul Mutholib, S.Ag
Jln. Minang No. 74 RT. 03/29 Kel. Abadijaya Kec. Sukmajaya Kota Depok 16417, Telp. 02194941581
Aktif menulis buku-buku Pelajaran SD/MI, SMP dan SMA
Karya berupa Buku Pelajaran :
1. Buku Fikih Untuk MI Kelas 1-6 Tahun 2006 Penerbit CV. Arya Duta Depok
2. Buku PAI SMP Kelas VII-IX tahun 2007 Penerbit PT. Perca Jakarta
3. Buku PAI Paket C/Setingkat SMA tahun 2007 Penerbit PT. Indocamprima Jakarta
4. Buku IPS SD, tahun 2008, Penerbit PT. Acarya Media Utama, Bandung
5. Buku PKn SD, tahun 2008, Penerbit PT. Gajah Mada, Jakarta

0 komentar: